Bos Bea Cukai Khawatir Penyusutan Impor Pukul Produksi Industri Nasional

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 11 Aug 2015 17:07 WIB
bea dan cukai
Bos Bea Cukai Khawatir Penyusutan Impor Pukul Produksi Industri Nasional
ilustrasi Bea dan Cukai ANTARA FOTO/ Fikri Yusuf

Metrotvnews.com, Cikarang: Melambatnya laju pertumbuhan ekonomi ikut menghantam kinerja perdagangan Indonesia. Meskipun masih tercatat surplus, namun kondisi tersebut lebih dibantu oleh penurunan impor 
yang lebih tinggi.

Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi khawatir jika impor ke depannya terus menerus menurun, malah akan berdampak pada penurunan produksi dunia industri nasional. Pasalnya, bahan baku industri nasional banyak yang tidak bisa disediakan dari dalam negeri dan harus mengimpor dari luar negeri.

"Kita masih didominasi impor bahan baku dan bahan penolong. Kami khawatir akan menurunkan kegiatan industri," kata Heru dalam acara pembukaan kantor layanan baru DJBC Cikarang, Jawa Barat, Selasa (11/8/2015).

Guna mendorong industri nasional, kata Heru, pihaknya mencoba mendekatkan layanan dengan meresmikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) dengan sentra-sentra 
produksi di Cikarang untuk memudahkan importir yang memasok barangnya ke Indonesia.

Hal ini juga dilakukan untuk mengakselerasi kinerja ekonomi di semester selanjutnya agar bisa mencapai target yang ditentukan dalam APBN Perubahan 2015 sebesar 5,2 persen, mengingat di semester pertama hanya 
tumbuh sekitar 4,7 persen.

"Kita memang berharap di semester kedua bisa dikompensasi sehingga bisa di atas lima persen, tapi tidak bisa dengan cara-cara yang biasa. Ini salah satunya strategi bagaimana mendukung industri. Kami senang 
menumbuhkan industri di Cikarang-Bekasi," jelasnya.

Asal tahu saja, total impor Indonesia pada periode Januari-Juni 2015 mengalami penurunan 17,81 persen. Impor Indonesia teracat USD73,94 miliar dibandingkan dengan periode yang sama di 2014.


(SAW)