Digusur Paksa, Warga Kampung Pulo Akan Melawan

Ilham wibowo    •    Selasa, 11 Aug 2015 17:38 WIB
penggusuran
Digusur Paksa, Warga Kampung Pulo Akan Melawan
Spanduk terpasang di Kampung Pulo sebagai bentuk ptotes terhadap penggusuran. (Foto: MI/Galih)

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga Kampung Pulo akan melakukan perlawanan jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersikeras menggusur rumah mereka secara paksa. Warga tetap menuntut hak ganti untung sesuai dengan nilai harga bangunan dan lahan yang ditempati.
 
Warga Kampung Pulo, Jakarta Timur, Hasanudin, 50, mengatakan, dirinya akan lakukan perlawanan jika pemerintah tetap nekat menggusur tanpa memberikan penggantian lahan dan nilai harga bangunan.
 
"Perlawanan pasti ada, kami bertahan karena pemerintah belum jalankan kewajibannya. Lihat dulu kondisi di lapangan, jangan nurut apa kata bawahan," kata Hasan, saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Selasa (11/8/2015).
 
Hasan mengatakan, warga Kampung Pulo yang huniannya terkena gusuran memiliki hak untuk diganti sesuai dengan nilai bangunan dan lahan yang ditempati. "Sertifikat ada, warga di sini ada yang punya dari zaman Belanda. Bangunan ini sudah ada dari zaman nenek saya," ujarnya.
 
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama mengatakan, akan memindahkan secara paksa apabila warga Kampung Pulo, Jakarta Timur, tetap berusaha bertahan.
 
"Tidak masalah, pokoknya sertifikatnya asli ada, kami bayar, sederhana saja. Tinggal NJOP, kami bayar," kata Ahok, Sabtu 8 Juli.
 
Menurut Ahok, 520 bidang tanah yang akan dibebaskan tidak memiliki sertifikat. Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur itu telah mendapat pengakuan warga bahwa ada transaksi jual-beli bangunan di atas lahan milik negara tersebut. "Kami sudah kasih peringatan ke tiga, saya kira dalam beberapa hari ini akan kita bongkar," ucap Ahok.


(FZN)