Mendagri Akui Pilkada Lebih Berat Ketimbang Pileg dan Pilpres

Meilikhah    •    Selasa, 11 Aug 2015 19:09 WIB
pilkada serentak
Mendagri Akui Pilkada Lebih Berat Ketimbang Pileg dan Pilpres
Mendagri Tjahjo Kumolo. Antara/Ismar Patrizki

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memperoleh kesempatan menjadi salah satu mentor untuk memberi pembekalan pada Kapolda, Kapolres, Kapolresta, Kapolrestabes dan jajaran kepolisian lainnya tentang pentingnya mempersiapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada). Dalam pemaparannya kepada anggota Polri, Tjahjo mengakui tantangan pemilihan kepala daerah lebih berat ketimbang pemilihan legislatif (pileg) maupun pemilihan presiden (pilpres).  

"Dibandingkan pileg dan pilpres, pilkada lebih berat tantangannya. Apalagi ada beberapa daerah rawan konflik, ditambah adanya dualisme parpol," ujar Tjahjo, di auditorium PTIK Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2015).

Politikus PDI P itu mensinyalir, dalam pilkada serentak yang bakal digelar tahun ini masih ada beberapa daerah rawan konflik. Kendati demikian, ia berharap tahun ini pilkada dapat terlaksana tanpa adanya konflik.

"Kalau kita mencermati 5 tahun lalu, tidak begitu banyak (konflik). Memang ada di Papua ada dua daerah, Sulsel, Maluku, NTT dan Sumatera. Dari 269 (daerah) memang tidak sampai 10 kalau merujuk (pilkada) 5 tahun lalu. Mudah-mudahan ini enggak ada," terang Tjahjo.

Untuk mencegah konflik terjadi, Tjahjo mengatakan pengamanan dari Polri sangatlah penting demi ketertiban dan keamanan pelaksanaan pilkada. Meskipun jumlah anggota Polri banyak, namun tak menutup kemungkinan di lapangan petugas kekurangan personel. Dia pun meminta bantuan ke unsur keamanan lainnya.

"Tiap TPS harus ada pengamanan. Kalau enggak kepolisian ya Satpol PP. Kalau enggak cukup, kita minta bantuan TNI," tukasnya.


(REN)