Penasihat Hukum Minta Christopher Dibebaskan

Deny Irwanto    •    Selasa, 11 Aug 2015 19:10 WIB
tabrakan outlander
Penasihat Hukum Minta Christopher Dibebaskan
Christopher Daniel Sjarief----MI/Barry Fatahillah

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim pengacara Christopher Daniel Sjarief meminta kliennya dibebaskan dari tuntutan. Mereka menilai, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) berdasarkan Pasal 310 Ayat 3 dan 4 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Angkutan Jalan tidak terbukti.

"‎Terdapat dua unsur yang tidak terbukti. Semua dakwaan tidak terbukti. Maka harus dibebaskan karena tidak terbukti," ujar salah satu penasihat hukum Christopher, Yanti, saat membacakan pledoi (nota pembelaan) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Selasa (11/8/2015).

Menurutnya, unsur kelalaian terdakwa saat mengemudikan mobil tidak terbukti. Sebab ‎saat melakukan perbuatannya terdakwa dalam keadaan tidak sadar.

‎"20 Januari, terdakwa tidak punya kemampuan untuk tahu apa yang dilakukan. Bahkan tidak merasa kesakitan ketika dipukuli (warga). Sehingga jelas tidak dapat mempertanggungjawabkan (perbuatannya)," lanjut Yanti.

Lantaran itu, tim penasihat hukum berkeras Christopher tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan jaksa. Mereka juga menuntut terdakwa dibebaskan dari tuntutan hukum. Kemudian dilakukan pemulihan harkat dan martabat terdakwa serta membebankan perkara ini kepada negara.

Sementara itu, tim JPU yang diwakili ‎Abdul Kadir Sangaji enggan memberikan tanggapan terhadap nota pembelaan yang disampaikan tim pengacara Christopher. Pihaknya mengaku tetap pada tuntutannya. "Jaksa tidak akan mengajukan replik dan tetap pada tuntutan," tutur Abdul Kadir singkat.

Sidang yang dipimpin hakim Ketua Made Sutrisna ini akan dilanjutkan Kamis, 27 Agustus. Sidang beragendakan pembacaan putusan. "Karena sudah tidak ada hal-hal yang ingin disampaikan oleh kedua belah pihak, maka selanjutnya adalah majelis hakim akan memutus perkara ini.  ‎Karena ada beberapa agenda, maka sidang putusan perkara ini akan ditunda Kamis 27 Agustus 2015," u‎cap hakim seraya mengetuk palu.‎

Pada sidang sebelumnya, Rabu 5 Agustus, JPU Agus Kurniawan menuntut sang pengemudi Outlander maut dihukum dua tahun enam bulan penjara ditambah denda Rp10 juta subsidair 1 bulan kurungan. Christopher didakwa terbukti bersalah menge‎mudikan kendaraan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

Christopher, pengemudi mobil Outlander Sport yang menyebabkan kecelakaan maut dengan korban empat korban jiwa di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, saat ini berstatus sebagai tahanan kota. Keputusan itu dibacakan dalam sidang kedua dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 5 Mei 2015.

Meskipun menjadi tahanan kota, Christopher tetap harus melaporkan diri secara rutin dan wajib mengikuti semua tahapan persidangan yang sudah dijadwalkan.

Christopher dijerat Pasal 310 ayat 3 dan 310 ayat 4 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas. Christopher terancam penjara minimal lima tahun akibat perbuatannya yang merenggut nyawa empat orang saat mobil Mitsubishi Outlander yang dikendarainya menabrak motor dan mobil pada Januari 2015.


(TII)

KPK Ambil <i>Medical Record</i> Setya Novanto

KPK Ambil Medical Record Setya Novanto

2 hours Ago

Salah satu staf pimpinan DPR yang kerap mengurus keperluan Novanto mengaku, rombongan KPK berku…

BERITA LAINNYA