Kritik via Facebook, Wartawan Sepak Bola Asal Azerbaijan Dipukuli Hingga Wafat

Hilman Haris    •    Selasa, 11 Aug 2015 19:10 WIB
liga dunia
Kritik via Facebook, Wartawan Sepak Bola Asal Azerbaijan Dipukuli Hingga Wafat
Kondisi Aliyev saat masih di rumah sakit (Foto; Dok The Guardian)

Metrotvnews.com, Baku: Nasih nahas dialami wartawan olahraga asal Azerbaijan, Rasim Aliyev. Gara-gara mengkritik salah satu pesepak bola asal Azerbaijan, Javid Huseynov melalui media sosial Facebook, Aliyev dipukuli oleh enam orang tak dikenal, Sabtu 8 Agustus.

Aliyev sempat dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan khusus. Namun lantaran lukanya terlalu parah, nyawa Aliyev akhirnya tak tertolong.

Awal masalah terjadi setelah Huseynov yang bermain untuk klub Gabala melambaikan bendera Turki setelah melawan tim asal Siprus, Apollon Limassol di babak gugur Liga Europa.

Aliyev kurang simpatik dengan kejadian itu. Wartawan berusia 30 tahun itu menilai perbuatan Aliyev tidak etis lantaran Azerbaijan sedang berperang dengan Turki terkait perebutan sebuah pulau. 


(Aliyev saat menyaksikan pertandingan di tribun stadion)

Aliyev yang bekerja di situs berita ann.az langsung mendapat teror usai melontarkan pendapat. Tak terima striker andalannya dihujat, pendukung Qabala akhirnya memukuli Aliyev hingga terluka parah.

Aliyev sempat sadarkan diri ketika berada di rumah sakit. Ia mengungkapkan beberapa kali dihubungi oleh Huseynov dan beberapa fan Gabala. "Saya diajak mereka untuk hadir dalam perjamuan minum teh dan menyelesaikan permasalahan ini," ungkap Aliyev.

"Ketika saya datang, saya dihampiri oleh enam orang. Lalu mereka memukuli saya," ujar Aliyev yang wafat beberapa jam setelah sesi wawancara dilakukan.

Peristiwa ini terdengar hingga ke telinga Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev. Ia dengan lantang merasa kecewa dengan kejadian ini. "Masalah ini sangat serius dan menjadi ancaman terkait kebebasan berpendapat," tegas Ilham.

Kejadian ini membuat Huseynov untuk sementara diansingkan dari tim.  Ia tidak diperbolehkan bertandingselama investigasi dilakukan.

"Huseynov memang pemain penting untuk Gabala. Tapi ia tak akan bermain untuk tim utama hingga masalah ini terselesaikan," lansir kepolisian setempat dan dikutip oleh The Guardian.

Aliyev bukan satu-satunya warga sipil di Azerbaijan yang mengalami tindakan kekerasan hanya gara-gara mengutarakan pendapat ke publik melalui media. Sebelumnya, sejumlah jurnalis dan blogger juga sempat mengalami kekerasan usai mengutarakan pendapat di media sosial.

Seluruh wartawan media asal Inggris, The Guardian bahkan sudah tidak diperbolehkan meliput kegiatan olahraga di Azerbaijan karena terlalu keras dalam melaporkan pemberitaan soal kasus korupsi serta mafia yang diduga terlibat dalam kasus kematian Aliyev. (The Guardian)


(HIL)