Banyuwangi Resmikan Kantor Bank Sampah dan Inovasi Persampahan

   •    Selasa, 11 Aug 2015 19:26 WIB
lingkungan
Banyuwangi Resmikan Kantor Bank Sampah dan Inovasi Persampahan
Bupati Anas mendatangi Kantor Bank Sampah di Banyuwangi, istimewa

Metrotvnews.com, Banyuwangi: Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kini memiliki kantor Bank Sampah dan inovasi persampahan. Menurut Bupati Abdullah Azwar Anas saat persemian, kantor itu dapat menjadikan barang sisa menjadi bernilai ekonomi tinggi.

"Sampah bukan masalah. Justru sampah bisa membawa berkah," kata Bupati dalam acara peresmian yang berlangsung di Kelurahan Penganjuran, Banyuwangi, Selasa (11/8/2015).

Bupati Anas mengatakan keberadaan kantor dapat mendorong masyarakat peduli sampah. Masyarakat biasa mengumpulkan dan memilah sampah. Selain mengurangi volume sampah, lingkungan pun menjadi lebih bersih dan sehat.

"Sekaligus gerakan ini menjadi konsolidasi budaya hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Nadia Maghriza, siswa kelas IX SMPN 5 Banyuwangi, yang selama ini rajin ikut mengelola sampah di rumahnya mengaku sangat senang karena buku tabungan Bank Sampah miliknya telah mencapai jumlah Rp500 ribu. Dia rutin mengumpulkan sampah yang ada di rumah maupun di sekolah untuk dipilah dan ditukar menjadi uang di Bank Sampah Banyuwangi (BSB).

"Dana dari Bank Sampah ini biasanya saya gunakan untuk membeli buku," kata Nadia.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Arief Setiawan mengatakan fasilitas itu berdiri sejak April 2012. Namun, kantornya masih bermarkas di bekas rumah dinas Sekretaris Daerah. Dengan adanya kantor baru yang terintegrasi, aktivitas manajemen persampahan bisa lebih efektif.

Fasilitas yang ada di bank sampah sendiri antara lain kantor pelayanan nasabah, tempat menukar sampah dengan uang, tempat memilah sampah baik organik maupun nonorganik. Selain itu, ada mesin pencacah, fasilitas kesehatan, pabrik pupuk organik/kompos, pabrik pupuk nonorganik, tempat pengolahan kerajinan sampah daur ulang, dan tempat pembibitan.  

Dalam sehari bank sampah ini mampu menerima hingga 2 ton sampah nonorganik. Sedangkan untuk sampah organik hingga 4 meter kubik yang bisa bisa diolah menjadi kompos.

Dari awal berdiri hingga saat ini bank sampah telah berkembang. Tercatat tabungan masyarakat terus bertambah hingga Rp 300 juta dari awalnya dulu hanya Rp 3 juta. Petugas berhasil mencatat tabungan nasabah dari hasil penukaran sampah antara  Rp 500 sampai Rp 1 juta. Nasabah bank sampah hingga saat ini telah mencapai 523 nasabah dari masyarakat dan dasa wisma, dan 77 nasabah dari lembaga sekolah tingkat PAUD hingga SMA.

Istimewanya nasabah bank sampah juga bisa berobat gratis ke dokter yang menjadi mitra kerja pemerintah, yaitu dokter Bintari Wuryaningsih. “Hanya dengan menunjukkan buku tabungan bank sampah, nasabah bisa langsung periksa gratis ke dokter Bintari yang praktik di Jalan Agus Salim," pungkas Arief.


 


(RRN)