Gejala El Nino Buat Petani Alihkan Lahan Pertanian ke Pemukiman

Antara    •    Selasa, 11 Aug 2015 19:28 WIB
elnino
Gejala El Nino Buat Petani Alihkan Lahan Pertanian ke Pemukiman
Gejala El Nino yang berdampak kepada kekeringan ANTDedhez

Metrotvnews.com, Kupang: Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanes Tay Ruba mengakui ancaman El Nino terus memicu para petani sawah di NTT terutama pinggiran perkotaan mengalihfungsikan lahan sawah menjadi kawasan pemukiman.

"Bagaimana mungkin petani harus mempertahankan lahan yang telah dialokasikan untuk menghasilkan padi dan beras sementara debit air semakin berkurang dari waktu ke waktu, sehingga mereka berbalik arah memanfaatkan lahan itu agar lebih ekonomis," katanya kepada Antara di Kupang, Selasa (11/8/2015).

Dia menyebut hingga pertengahan 2014 sekitar 10 hektare (ha) dari 385 (ha) lahan potensi sawah yang ada di lokasi Air Sagu dan kali Dendeng, Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, telah beralih fungsi menjadi lokasi pemukiman penduduk dan kawasan industri.

Saat ini, katanya di lokasi tersebut ada sekitar tujuh bangunan rumah, satu bangunan kantor LSM, satu gedung penggilingan padi, tujuh bagunan kios telah berdiri megah dia atas lahan yang potensial untuk persawahan itu.

Kasus serupa juga terjadi di daerah persawahan Waikomo Kabupaten Lembata di mana kawasan persawahan yang termasuk dalam lingkungan Kota Lewoleba (ibu Kota Kabupaten Lembata).

Dari sekitar 36 ha lahan potensial sawah, sebagian lahan saat ini telah dipenuhi rumah-rumah penduduk, terminal, kios/toko dan jenis aktivitas lainnya. 

"Bahkan di areal potensial sawah itu kini sedang dibangun sebuah hotel mewah. Kasus-kasus seperti ini bukan saja terjadi di daerah-daerah tersebut, tetapi terjadi hampir di seluruh NTT dan bahkan di seluruh Indonesia," katanya.



(SAW)