Akibat Pelemahan Rupiah, Laba Jababeka Turun 40,57%

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 11 Aug 2015 20:20 WIB
kawasan industri jababeka
Akibat Pelemahan Rupiah, Laba Jababeka Turun 40,57%
Ilustrasi kawasan industri di Batuampar, Batam ANTARA FOTO/Joko Sulistyo

Metrotvnews.com, Jakarta: Emiten pengembang kawasan industri, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mengalami penurunan laba bersih sebesar 40,57 persen bila dibandingkan raupan di periode yang sama di 2014 sebesar Rp419 miliar dengan mencapai Rp249 miliar di semester I-2015.

Sekretaris Perusahaan Jababeka, Muljadi Suganda mengatakan alasan utama dari tergerusnya laba bersih perseroan dikarenakan penurunan nilai mata uang dan laba kotor sebesar Rp90 miliar.

"Terlebih lagi penurunan nilai mata uang Rupiah terhadap dolar AS atau USD jga mengakibatkan laba bersih kami menurun," ujar Muljadi, mengutip siaran persnya, Selasa (11/8/2015).

Dia menyebutkan, ‎pada semester satu tahun lalu perseroan masih mendapatkan laba selisih kurs sebesar Rp40 miliar, tapi pada enam bulan pertama tahun ini perseroan mengalami rugi selisih kurs Rp15 miliar.

Sementara dari posisi ‎pendapatan terjadi peningkatan tipis sebesar 2 persen pada semester pertama 2015 menjadi Rp1,47 triliun, dari periode yang sama di 2014. Capaian ini disebabkan kontribusi pendapatan berulang atau recurring revenue  dari jasa layanan yang berhubungan dengan infrastruktur (pembangkit listrik, air, dan dry port) memberikan kontribusi sebesar 62 persen dari total penjualan dan pendapatan semester pertama 2015, dibandingkan dengansemester pertama 201 sebesar 53 persen‎.

“Secara keseluruhan peningkatan kontribusi dari pendapatan berulang menjadi alasan utama menurunnya marjin laba kotor perusahaan dari 49 persen pada semester pertama 2014 menjadi42 persen pada 2015," ungkap dia.



(SAW)

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

4 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memberikan jawaban atas gugatan praperadilan Setya Nov…

BERITA LAINNYA