SPBE di Batam Diduga Selewengkan Isi Gas 3 KG

Hendri Kremer    •    Selasa, 11 Aug 2015 23:16 WIB
gas elpiji
SPBE di Batam Diduga Selewengkan Isi Gas 3 KG
Menteri ESDM Sudirman Said (kedua kiri) melakukan sidak pengisian Elpiji di Stasiun SPBE Kranggan, Jakarta, Rabu (15/7). Foto: Puskom ESDM

Metrotvnews.com, Batam: Polda Kepri melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana khusus di lingkungan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Tegalapunggur, Batam, Kepulauan Riau.

Pengelola SPBE tersebut adalah PT Global Citra Surya Gas sebagai pengelola elpiji 3 kilogram, polisi menduga pihak pengelola telah melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena takarannya tak sesuai.

"Kasusnya masih kami selidiki. Dugaannya tentang pelanggan perlindungan konsumen," ujar Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri, Ajun Komisaris Besar Polisi Helmi Kwarta Kusuma Rauf, di Mapolda Kepri, Selasa (10/8/2015).

Dia mengatakan laporan tentang pelanggaran UU Nomor 8 Tahun 1999 terhadap SPBE Punggur itu sendiri telah masuk ke Polda Kepri pada awal Agustus lalu dengan nomor 315.

Sebab, laporan yang diterima dari masyarakat bahwa isi elpiji 3 kilogram tak sesuai dengan takaran. Diduga ada penyelewengan isi gas oleh perusahaan tersebut, untuk mengeruk keuntungan, dan memperkaya diri sendiri.‎

Dia juga mengakui sejumlah karyawan hingga petinggi PT Global Citra Surya Gas pun telah menjalani pemeriksaan sejak Kamis, 6 Agustus lalu. Satu per satu pihak yang berhubungan dengan SPBE Telagapunggur diperiksa oleh Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri.

Aktivitas pengurangan isi elpiji yang disuplai PT Global Citra Surya Gas sebagai satu dari dua distributor gas isi 3 kilogram tersebut diduga sudah berlangsung lama. Nilai kerugian hingga saat ini masih dalam perhitungan pihak kepolisian.


(UWA)

Ingin Jenguk Setnov di RSCM Harus Izin ke KPK

Ingin Jenguk Setnov di RSCM Harus Izin ke KPK

2 hours Ago

Ketua DPR Setya Novanto masih menjalani perawatan intensif di RSCM, Jakarta Pusat. Hingga kini,…

BERITA LAINNYA