Wall Street Terpangkas Devaluasi Yuan

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 12 Aug 2015 08:06 WIB
wall street
Wall Street Terpangkas Devaluasi Yuan
Aktivitas di bursa Wall Street. AFP PHOTO/JEWEL SAMAD

Metrotvnews.com, New York: Saham-saham di Amerika Serikat (AS) turun karena devaluasi mata uang Tiongkok, yuan. Tak ayal, hal ini memukul perusahaan bereksposur besar terhadap ekonomi terbesar kedua di dunia itu dan menambah kekhawatiran prospek ekonomi global.

Perusahaan yang terguncang salah satunya adalah Apple Inc yang sahamnya jeblok 5,2 persen menjadi USD113,54 dalam persentase harian penurunan terbesar sejak Januari 2014, serta membuat hambatan terbesar pada semua tiga indeks utama AS.

Di antara perusahaan lain dengan eksposur besar ke Tiongkok, saham Caterpillar juga turun 2,6 persen menjadi USD78,04 dan Yum Brands turun 4,9 persen menjadi USD83,54. Sementara itu, saham General Motors kehilangan 3,5 persen menjadi USD30,83, meskipun kata devaluasi yuan secara tidak langsung akan bergerak "terbatas dan dikelola".

Reuters melansir, Rabu (12/8/2015), indeks Dow Jones Industrial Average turun 212,33 poin atau 1,21 persen, ke 17.402,84, indeks S & P 500 melemah 20,11 poin atau 0,96 persen menjadi 2.084,07, dan Nasdaq Composite turun 65,01 poin atau 1,27 persen ke 5.036,79.

"Jelas, devaluasi ini tampaknya menunjukkan ada banyak kelemahan, dan kami berada di pasar yang diperdagangkan tipis sekarang," kata Kepala Investasi North Star Investment Management Corp, Eric Kuby.

Usai devaluasi, mata uang yuan turun ke level terendah terhadap dolar dalam tiga tahun ini, mengikuti pernyataan bank sentral negara itu yang menggambarkan kondisi ini merupakan suatu penyusutan.

Sekitar 7,1 miliar lembar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian sampai saat ini sebesar 6,9 miliar lembar saham, demikian menurut data dari BATS Global Markets.


(AHL)

Politikus Golkar Siap Bantu KPK Tuntaskan Kasus KTP-el

Politikus Golkar Siap Bantu KPK Tuntaskan Kasus KTP-el

36 minutes Ago

Politikus Partai Golkar Ade Komaruddin siap membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusu…

BERITA LAINNYA