Polisi Tak Akan Panggil Paksa Saksi Insiden Tolikara

Meilikhah    •    Rabu, 12 Aug 2015 11:30 WIB
penyerangan
Polisi Tak Akan Panggil Paksa Saksi Insiden Tolikara
Kapolda Papua Brigjen Paulus Waterpauw. Foto: Meilikhah/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolda Papua Brigjen Paulus Waterpauw mengatakan dari tujuh saksi, ada dua saksi kasus kerusuhan Tolikara yang masih belum diperiksa. Mereka tak memenuhi panggilan penyidik hingga Senin 10 Agustus.

"Sebanyak lima pendeta bisa hadir dan presiden GIDI. Dua penanggung jawab surat belum hadir. Kita tunggu sampai Senin kemarin belum hadir. Dan hari Rabu ini kita masih tunggu," kata Paulus di Kompleks PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (13/8/2015). 

Meski sudah dua kali pemanggilan, kedua penanggung jawab surat pelarangan beribadah yang beredar beberapa hari sebelum peristiwa terjadi itu mangkir dari pemeriksaan. Polisi masih memberikan toleransi. Paulus bahkan mengingatkan anggotanya agar tak memanggil paksa dua orang tersebut. 

"Saya ingatkan, jangan sampai ada upaya paksa. Kita berproses mengikuti saja," kata Paulus.

Sementara itu, Paulus memastikan penyelesaian kasus Tolikara tetap pada jalur hukum. Kabar pemuka agama Kristen dan Islam yang bertemu dan sepakat berdamai melalui adat, dikatakan Paulus, tak akan memengaruhi penyelesaian hukum yang sudah berjalan.

Menurutnya, penyelesaian kasus melalui kesepakatan damai secara adat tak menyelesaikan masalah. Sebab, akan ada pihak-pihak yang tak mau menerima sepenuhnya keputusan damai tersebut.

"Yang dipandang, upaya proses adat biasanya tak pernah langgeng, tak pernah bisa diterima semua pihak. Makanya, mendamaikan secara adat itu tak menyelesaikan masalah," jelas Paulus.


(KRI)