Reshuffle Kabinet

Menkeu Bambang Bantah Depresiasi Rupiah karena Isu Reshuffle

Husen Miftahudin    •    Rabu, 12 Aug 2015 12:47 WIB
rupiah melemah
Menkeu Bambang Bantah Depresiasi Rupiah karena Isu <i>Reshuffle</i>
Menkeu Bambang Brodjonegoro. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Metrotvnews.com, Jakarta: Isu reshuffle kabinet terhadap beberapa menteri ditengarai menjadi salah satu penyebab melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Pasalnya, beberapa menteri ekonomi juga terkena imbas perombakan kabinet yang dianggap riskan bagi para investor di dalam negeri.

Mendengar hal tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro langsung membantah. Menurut dia, reshuffle kabinet tak ada hubungannya dengan melemahnya nilai tukar rupiah. Penyebab utamanya, sebut dia, adalah ekspektasi yang berlebihan terhadap devaluasi (penurunan nilai mata uang) Tiongkok.

"Tidak (pengaruh isu reshuffle kabinet). Kami sudah diinfomasikan Bank Indonesia (BI) yang ada di pasar bahwa ini purely (murni) karena ekspektasi yang berlebian terhadap Yuan," ujar Bambang, di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu, Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (12/8/2015).

Mengutip Bloomberg, Rabu (12/8/2015), posisi rupiah pagi tadi dibuka melemah ke level Rp13.689 per USD jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya yang ditutup di level Rp13.607 per USD.

Namun, melemahnya mata uang Garuda ini terpantau terus berlanjut. Bahkan, rupiah sudah mendekati posisi Rp13.800 per USD, di mana saat ini berada di Rp13.780 per USD. Rupiah melemah 172,6 poin atau setara 1,27 persen.

Sementara itu, berdasarkan data Yahoo Finance, pagi ini rupiah diperdagangkan di level Rp13.825 per USD. Bahkan rupiah juga makin melemah ke posisi Rp13.836 per USD atau 106 poin yang setara 0,77 persen.


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA