JK: Rupiah Melemah Akibat Pengaruh Devaluasi Yuan

Antara    •    Rabu, 12 Aug 2015 13:07 WIB
rupiah melemah
JK: Rupiah Melemah Akibat Pengaruh Devaluasi Yuan
Wapres JK (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjelaskan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menjadi Rp13.747 per USD pada Rabu 12 Agustus pagi salah satunya akibat pengaruh devaluasi atau menurunnya nilai mata uang Tiongkok yuan terhadap USD.

"Ini salah satu efek dari devaluasi yuan kemarin akibat pelemahan yuan terhadap dolar maka Indonesia terikut juga, bukan hanya Indonesia tapi banyak juga yang lain," klaim Wapres JK, di Jakarta, Rabu (12/8/2015).

Menurut Wapres, melemahnya rupiah juga disebabkan hal-hal lain, misalnya apa yang terjadi di dalam negeri dan apa yang dilakukan pemerintah tentunya akan ada korelasinya dengan faktor eksternal juga.

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menyatakan bahwa nilai tukar rupiah mengalami tekanan ke level terlemah baru semenjak 17 tahun terakhir. Mata uang domestik terkena dampak buruk dari kebijakan pemerintah Tiongkok yang melakukan devaluasi mata uang yuan.

"Posisi Indonesia sebagai salah satu rekan dagang utama Tiongkok dan eksportir komoditas akan membuat prospek perekonomian secara keseluruhan terkena dampak buruk akibat kebijakan pemerintah Tiongkok," katanya.

Ia mengemukakan, devaluasi yuan itu dilakukan untuk mendongkrak tingkat kompetisi barang ekspor Tiongkok yang terus tergerus, karena semenjak 2011 pertumbuhan tahunan ekspor Tiongkok secara konsisten melambat, sejalan dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).    

"Akibat devaluasi yuan, hampir seluruh mata uang di Asia-Pasifik melemah cukup tajam bersamaan dengan anjloknya harga komoditas," pungkasnya.


(ABD)