Rizal Ramli, dari Era Gus Dur ke Jokowi

Arif Wicaksono    •    Rabu, 12 Aug 2015 14:20 WIB
reshuffle kabinet
Rizal Ramli, dari Era Gus Dur ke Jokowi
Rizal Ramli MI/Rommy

Metrotvnews.com, Jakarta: Rizal Ramli resmi menggantikan Indroyono Soesilo sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman. Rizal memulai karirnya sebagai aktivis sebelum menjadi ekonom.

Tamat SMA, Rizal masuk Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada tahun-tahun kedua kuliah di ITB, ia kerap terlibat dalam kehidupan diskusi-diskusi di Dewan Mahasiswa, yang bersinggungan dengan dunia politik. Rizal terpilih sebagai Deputi Ketua Dewan Mahasiswa ITB pada 1977. Setahun kemudian ia terpaksa mendekam di Penjara Sukamiskin, Jawa Barat, selama satu setengah tahun, akibat memprotes pemilihan kembali Soeharto sebagai Presiden. 

Selesai kuliah di ITB ia mengikuti program ASEAN Studies di Universitas Sophia, Jepang. Kemudian berlanjut ke program master ekonomi di Universitas Boston, AS, dan dirampungkannya pada 1982. Rizal mendapatkan gelar doktor di universitas yang sama.

Bersama beberapa kawannya Rizal mendirikan Econit, sebuah lembaga riset yang bergerak dalam bidang ekonomi, industri, dan perdagangan. Econit pula yang pertama kali membongkar sekaligus mengkritik penjualan modal yang dilakukan Liem Sioe Liong atas sebagian besar saham PT Indofood pada 1997. Rizal pula yang kemudian menohok Robby Tjahjadi bahwa kreditnya yang sangat besar untuk Kanindotex tidak akan terkucur kalau tidak ada kolusi dengan pejabat bank.

Tidak cukup berkecimpung delam bidang ekonomi dia juga lari ke bidang politik. Ketika gelombang reformasi bergulir, ia -- bersama sejumlah tokoh nasional antara lain Amien Rais, Gunawan Mohammad, Albert Hasibuan, Toety Heraty, Emil Salim, Faisal Basri, dan lain-lain -- ikut mendeklarasikan Majelis Amanat Rakyat (MARA), lalu membentuk Partai Amanat Bangsa (PAB) yang kemudian berubah nama menjadi Partai Amanat Nasional (PAN). 

Setelah era reformasi dia ditunjuk menjadi menteri pada era Gus Dur dengan tiga posisi kunci yakni kepala Badan Urusan Logistik (April-Agustus 2000), Menko Perekonomian (Agustus 2000-Juni 2001), dan Menteri Keuangan (Juni-Juli 2001). 


(SAW)