Rumah dan Kantor Gubernur Sumut Digeledah KPK

Yogi Bayu Aji    •    Rabu, 12 Aug 2015 14:25 WIB
kpk tangkap hakim ptun
Rumah dan Kantor Gubernur Sumut Digeledah KPK
KPK. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Rumah dan Kantor Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho digeledah KPK. Ini dilakukan untuk menelusuri kasus dugaan suap terhadap hakim dan panitera PTUN Medan. 

"Hari ini penyidik KPK melakukan penggeledahan di beberapa tempat di Medan," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2015).

Priharsa memaparkan tiga tempat yang disisir penyidik. Pertama, Rumah Gubernur di Jalan Seroja, Medan. Lalu, penyidik juga mendatangi Pendopo Gubernur, di Jalan Sudirman, Medan. Ketiga, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan.

Dia memastikan, penggeledahan masih berlangsung. "Masih, dari jam 11-an dimulai," ucap dia.

Pada Selasa 11 Agustus kemarin, KPK juga sudah menggeledah rumah Evy Susanti, istri Gatot Pujo, di Tebet, Jakarta Selatan. Evy dan Gatot sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam dugaan suap PTUN Medan.

Penyidik KPK tak hanya menggeledah rumah Evy. Penyidik juga menyisir rumah dua pengacara dari OC Kaligis and Associate, yakni Iwan Yulius Irwansyah di Permata Hijau, Jakarta Selatan dan Yenny Octarina Misnan di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dari penggeledahan itu, Priharsa mengatakan penyidik membawa sejumlah dokumen. "Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan dugaan tindak pidana," jelas Priharsa, Selasa kemarin.

Sebelumnya, KPK juga telah menggeledah sejumlah tempat antara lain Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kantor pengacara OC Kaligis, dan Kantor PTUN Medan. Lembaga antikorupsi itu juga sudah menyisir rumah empat tersangka. Mereka adalah Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, Hakim PTUN Dermawan Ginting, Hakim PTUN Amir Fauzi, dan Panitera Sekretaris PTUN Medan Syamsir Yusfan.



(KRI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA