Ahok Persilahkan BPK Lapor ke PPATK

Wanda Indana    •    Rabu, 12 Aug 2015 18:39 WIB
ahok
Ahok Persilahkan BPK Lapor ke PPATK
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)--MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama menjamin tidak ada transaksi mencurigakan terkait pembelian lahan RS Sumber Waras, Jakarta Barat. Sebab, dari awal dia sudah mengintruksikan pembelihan aset melalui transaksi non tunai.

Bahkan Ahok mempersilahkan BPK melaporkan transaksi pembelian lahan kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk pembuktian.

"Sekarang kalau soal Anda mengatakan orang menerima komisi karena menjual NJOP bisa lebih murah dari itu, Anda suruh PPATK selidiki saja. Kan saya sudah mewajibkan semua non tunai transaksi. Semua uang ditransfer, bukan uang kontan," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2015).

Mantan Bupati Belitung Timur merasa diperlakukan tidak adil oleh BPK terkait pembelian lahan Rumah RS Sumber Waras, yang dinilai tak sesuai prosedur. Bahkan kata Ahok, pembelian lahan gedung Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerontah (LKPP) saja sebenarnya juga melanggar prosedur.

"Coba lihat, gedung LKPP, gedung LKPP nih, belinya NJOP apa harga pasar? Harga pasar! lebih mahal dari NJOP. Kenapa enggak diperiksa? coba Anda cek semua tanah-tanah hasil pembelian pemerintah," kesal Ahok.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyoroti adanya kejanggalan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) DKI 2014 terkait pembelian lahan RS Sumber Waras dengan mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Gubernur DKI Jakarta, Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama mengaku dirinya tidak terima hasil pemeriksaan dari BPK yang menemukan adanya pembelian tanah seluas 3 hektar di kompleks Rumah Sakit Sumber Waras dengan harga tak wajar senilai Rp191 miliar.


(YDH)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA