Dahlan Iskan Yakin Pegawai Kanwil BRI Jaksel tidak Jahat

   •    Selasa, 28 May 2013 21:42 WIB
Dahlan Iskan Yakin Pegawai Kanwil BRI Jaksel tidak Jahat
MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan, kepolisian seharusnya mudah untuk menelusuri pelaku sesungguhnya dari pemalsuan emas 51 kilogram senilai Rp30 miliar di Kanwil Bank Rakyat Indonesia (BRI) Jakarta Selatan. Sebab, emas batangan yang hilang itu ada nomor seri.

"Wong ini emas batangan, mengusutnya gampang kok. Kecuali yang dicuri itu uang, itu sudah pasti dibelanjakan. Alat buktinya ini kan emas batangan, ada (nomor) serinya, pembuatnya, surat-suratnya. Yang diusut itu yang aslinya harus ditemukan," cetusnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (28/5).

Hal itu dia kemukakan seusai menjenguk tiga tersangka kasus tersebut di Rumah Tahanan (Rutan) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Ketiganya adalah AM, HAS, dan RA.

Nama terakhir adalah wakil pimpinan Kanwil BRI. Mereka dijerat dengan Pasal 374 UU KUHP tentang Penggelapan dan UU No 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Ancamannya, penjara maksimal 10 tahun.

Mulanya, Dahlan berkecenderungan percaya pelaku adalah ketiga orang itu. Namun, persepsi itu berubah setelah mendapat keterangan soal rekam jejak para tersangka. Apalagi, salah satu dari tersangka ada yang mengabdi selama 23 tahun dengan reputasi yang baik dan seorang pegawai baru.

Menurutnya, yang dilakukan mereka bisa jadi menyalahi prosedur perbankan. Mereka tidak mengecek keaslian emas pada saat perubahan status investasi emas (fidusia) ke gadai.

Ia mengakui juga, kesalahan ini memang tidak bisa ditoleransi. "Mereka salah, tapi tidak jahat. Kita punya keyakinan, ada orang lain yang jahat yang seharusnya juga diusut."

Sehingga, menurutnya, hal yang perlu dilakukan oleh penyidik kepolisian adalah menemukan batangan emas asli dan pelaku sesungguhnya dari tindak pemalsuan. Sebab, sambungnya, kunci tempat penyimpanan itu tak hanya dipegang petugas bank, tapi juga pemilik emas. Tetapi, dia mengaku tak punya data soal riwayat pembukaan kotak tersebut.

"Ini akan sangat cantik, kalau ditemukan siapa yang sebetulnya memalsukan barang itu," imbuhnya.

Untuk ketiga karyawan BRI itu, dirinya menginstruksikan jajaran direksi bank berjaringan terbesar se-Indonesia itu untuk tak buru-buru memecat mereka. Hingga dicetuskannya status hukum yang tetap. "Karena saya ingin temukan dulu kebenaran hakikinya. Bukan kebenaran prosedural," aku dia.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKB Nico Afinta menyatakan, pihaknya tetap melakukan penyidikan secara profesional berdasarkan bukti-bukti dan keterangan saksi yang sudah dikumpulkan.

Kepolisian juga tak mempermasalahkan kedatangan sang menteri atau menganggapnya sebagai intervensi. Yang jelas, akunya, pihak penyidik tak sempat ditemui Dahlan.

"Fakta-fakta yang mendukung kasus ini agar terang-benderang itu nanti semua diuji dipersidangan," tutupnya. (Arif Hulwan)


Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA