Surya Paloh Dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra dari Presiden

Desi Angriani    •    Kamis, 13 Aug 2015 12:02 WIB
penghargaan
Surya Paloh Dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra dari Presiden
Surya Paloh mendapat tanda kehormatan Bintang Mahaputra di Istana Negara, Kamis (13/8/2015). Foto: Capture Metro TV

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menganugerahi tanda kehormatan kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Chairman Media Group ini memperoleh anugerah Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra sebagai tokoh pers nasional. 

Anugerah tanda kerhomatan itu diserahkan di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Kamis (13/8/2015). Pemberian ini merupakan hasil persetujuan sidang I Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (Dewan GTK) periode Agustus 2015.

Adapun tanda kehormatan diberikan dalam beberapa kategori kepada 45 tokoh nasional lainnya. Pertama, Bintang Mahaputra Adipradana dinobatkan kepada Hamdan Zoelva, mantan Ketua MK; mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko; mantan Kapolri Jenderal Pol (purn) Sutanto, mantan Kapolri Jenderal Pol (purn) Bimantoro, yang juga mantan Kapolri. 

Kedua, Bintang Mahaputra Utama dianugerahkan kepada Achmad Sodiki (mantan hakim MK); Hardjono (mantan hakim MK); Ahmad Fadli Sumadi (mantan hakim MK); Muhammad Alim ( hakim MK).

Lalu, Laksamana TNI (purn) Marsetio (mantan KSAL); Marsekal TNI (purn) Ida Bagus Putu Dunia (mantan KSAU), Harbrinderjit Singh Dillon (mantan Utusan Khusus Presiden untuk Penanggulangan Kemiskinan).

Bintang Mahaputra Utama juga diberikan kepada Busyro Muqoddas (mantan Ketua KY dan pimpinan KPK), Haryono Umar (mantan komisioner KPK), Tahir Saimima (mantan komisioner KY), Mustofa Abdullah (mantan anggota KY).

Selain itu, Zainal Arifin (mantan anggota KY); Soekotjo Soeparto (mantan anggota KY); Sabab Sirait (mantan anggota DPR PDI-P); Syafii Maarif (mantan ketum PP Muhammadiyah); Franz Magnis Suseno (filsuf dan budayawan) dan Harun Nasution (pengembang budaya moderat)

Ketiga, Bintang Jasa Utama diperoleh Alm Burhan Muhammad (duta besar RI untuk Pakistan); Ahmad Heryawan (Gubernur Jabar), Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng), Cornelis (Gubernur Kalbar); Frans Lebu Raya (Gubernur NTT), Christiany Eugenia Paruntu (Bupati Minahasa Selatan).

Lalu, Stephanus Malak (Bupati Sorong); Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya); Didin Hafidhuddin Maturidi (ketua Badan Amal Zakat Nasional); Dato Sri Profesor Tahir (Mayapada Grup); Mochtar Riyadi (Lippo Group); Schoichiro Toyoda (member of the board toyota motor); Toshihiro Nikai (chairman general council liberal democratic party).

Keempat, Bintang Jasa Pratama sebanyak satu orang atas nama Heri Listyawati Burhan (istri duta besar RI untuk pakistan).

Kelima, bintang penegak demokrasi utama diberikan kepada Husni Kamil Manik (Ketua KPU) dan Muhammad (Ketua Bawaslu).

Terakhir, Bintang Budaya Parama Dharma diberikan kepada delapan orang. Yakni Mustofa Bisri (pengasuh Ponpes Raudlatuth Tholibin Rembang), Gunawan Soesatyo Mohammad (sastrawan budayawan), almarhum Petrus Josephus Zoetmulder (ahli sastra Jawa kuno penyusun kamus Jawa kuno-Inggris).

Lalu almarhum Wasi Kolodoro (Ki Tjokrowasito), komposer musik karawitan Jawa dan pendukung utama sendratari Ramayana; almarhum Hosesein Djajadiningrat, pelopor tradisi keilmuan almarhum; Nursjiwan Tirtaamidjaja, perancang busana dan batik; almarhum Hendra Gunawan, pelukis dan pematung; dan almarhum Soejoedi Wiryoatmojo, seorang arsitek.

Pemberian Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra merujuk Pasal 28 ayat 2 UU No 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. Personal yang menerima dianggap berjasa luar biasa di berbagai bidang, pengabdian dan pengorbanan di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya hingga iptek serta darmabakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional hingga internasional.

Sedangkan individu yang mendapat tanda kehormatan Bintang Jasa merujuk pada Pasal 28 ayat 3 UU No 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. Mereka dianggap besar di peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi kebesaran negara, pengabdiannya di bidang ekonomi, sosial, politik serta jasanya diakui di tingkat nasional.


(KRI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA