Luhut Panjaitan Tolak Rangkap Jabatan

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 13 Aug 2015 13:12 WIB
reshuffle kabinet
Luhut Panjaitan Tolak Rangkap Jabatan
Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan menolak merangkap jabatan sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Dia ingin Presiden Joko Widodo memilih nama lain. 

"Tidak selamanya saya merangkap jabatan. Karena saya juga enggak maulah. Umur saya sudah 68 tahun, saya tahu diri jugalah," kata Luhut dalam pidato sertijabnya di Ruang Parikesit, kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015) pagi.

Tadi malam, Luhut mengaku bertemu empat mata dengan Jokowi. Pertemuan itu berlangsung cukup lama. Banyak hal yang diperbincangkan. Di antaranya meminta Luhut tetap menjalankan tugas sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

"Sementara saya masih menjabat Kepala Staf Kepresidenan. Saya enggak tahu sampai kapan. Tapi saya, diperintahkan melaksanakan ini, karena ada beberapa pending issue dan juga keinginan beliau, kantor itu agar bisa solid ke depan," terang Luhut.

Meski demikian, Luhut akan memanfaatkan sebesar-besarnya dua jabatan sekaligus yang ada di pundaknya. Sebab, di kantor lamanya, banyak data-data akurat untuk mendukung kerja Menkopolhukam. 

"Saya ulangi, kaya dengan data dan kaya dengan orang-orang yang punya kemampuan melakukan analisis-analisis ekonomi, IT dan sebagainya," ungkap dia. "Oleh karena itu saya pikir, perlu kerja sama Menkopolhukam dengan kantor Staf Kepresidenan itu akan sangat banyak, karena sangat kaya dengan data."

Luhut mengatakan, pihaknya ingin menyinergikan persoalan ekonomi dan keamanan. Karena dua hal ini saling membutuhkan satu sama lain. Dia mengutip ungkapan yang terkenal di era orde baru, pilar suatu negara adalah kestabilan ekonomi dan keamanan.

Di hadapan sejumlah menteri, Panglima TNI, Jaksa Agung, Kapolri dan pejabat tinggi lain, ia meminta sinergi itu terealisasi. Luhut sangat menekankan dua kata kunci tersebut.

"Saya tidak ingin ada macam-macam. Saya ulangi, saya tidak ingin macam-macam. Kita harus kerja dengan baik, karena keadaan yang memerlukan kita. Saya mengajak, kita kerja sama," kata dia. "Anda sudah tahu, bagaimana kita bermain. Mari kita segera tancap gas, saya tidak perlu terlalu banyak menyesuaikan diri di sini, karena semua teman ini sudah saya kenal dan jadi teman kerja ke depan."


(KRI)