Kejagung Bakal Panggil Ulang Gatot

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 13 Aug 2015 13:29 WIB
kpk tangkap hakim ptun
Kejagung Bakal Panggil Ulang Gatot
Tersangka kasus dugaan suap hakim dan panitera PTUN Medan, Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho. (Foto: MI/Rommy)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan Agung bakal memanggil ulang Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho terkait kasus dana bantuan sosial 2012-2013. Gatot harusnya diperiksa pada Kamis (13/8/2015), oleh Kejagung di Komisi Pemberantasan Korupsi.
 
"Saksinya belum siap. Kita panggil ulang lagi," kata Ketua Tim Penyidikan Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Agung Victor Antonius di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis siang.
 
Gatot diketahui minta diperiksa pada Selasa 18 Agustus. Victor mengaku sudah mendengar hal tersebut. "Iya itu alasannya, belum siap,"  jelas dia.
 
Gatot merupakan tersangka KPK dalam kasus suap hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan. Kasus itu bertalian erat dengan perkara dana bansos yang diendus Kejagung.
 
Victor memastikan, Kejagung akan berkoordinasi dengan KPK dalam menangani perkara yang melibatkan Gatot. "Kan bagi tugas, yang mana ditangani KPK yang mana ditangani Kejaksaan Agung," papar dia.
 
Kasus bansos disidik dua lembaga, yakni Kejaksan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Agung. Kepala Biro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis, yang jadi potensial suspect dalam penyelidikan, menggugat surat perintah penyelidikan Kejati ke PTUN.
 
Dalam proses persidangan di PTUN inilah terjadi suap yang diurus Advokat O.C. Kaligis lewat anak buahnya M. Yagari Bhastara alias Gerry. Duit suap diduga berasal dari Gatot yang diberikan lewat istri mudanya, Evy Susanti, yang diketahui kenal dekat dengan Kaligis.
 
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Tony Tribagus Spontana sempat menjelaskan, kasus yang ditangani Kejagung dan KPK sama sekali berbeda. Kejaksaan menangani dugaan korupsi bansos di Pemprov Sumut.
 
"Sedangkan KPK kasus suapnya, pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap hakim PTUN. Setelah melakukan OTT terhadap hakim dan pengacara," jelas Tony.


(FZN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA