Ketua MK Akui Kebebasan Beragama masih Macet

   •    Rabu, 29 May 2013 18:51 WIB
Ketua MK Akui Kebebasan Beragama masih Macet
ANTARA/Widodo S. Jusuf/fz

Metrotvnews.com, Jakarta: Walaupun dijamin konstitusi, praktik kebebasan beragama di Indonesia masih mengalami persoalan.

Direktur Wahid Institute (WI) Yenny Wahid menyebutkan, hingga saat ini praktik diskriminasi terhadap pemeluk agama masih terjadi dalam kehidupan bernegara. "Diskriminasi terhadap pemeluk agama karena masih mengacu pada UU lama," kata Yenny saat bertemu Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar di Gedung MK di Jakarta, Rabu (29/5).

Ia mencontohkan sulitnya orang yang memeluk kepercayaan yang tidak diakui negara untuk memperoleh kartu tanda penduduk. "Dalam konstitusi, hak setiap untuk beribadah dijamin negara," ungkapnya.

Karena itu, lanjut Yenny, pihaknya berencana menerbitkan buku agama-agama di Indonesia pascaputusan MK mengenai kebebasan beragama.

Putri mendiang mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu menambahkan, buku itu diterbitkan guna mendukung putusan MK terhadap konstitusi yang menjamin kebebasan seseorang dalam memeluk agama. "Dengan adanya buku tersebut, sosialisasi keputusan MK bisa lebih mudah," ucapnya.

Akil menanggapi positif permintaan anak dari mantan Presiden keempat RI itu. Menurutnya isu kebebasan beragama di Indonesia memang harus diperhatikan karena dilindungi oleh konstitusi, khususnya Pancasila dan UUD 1945.

"Kami menyambut baik gagasan Wahid Institute, apalagi sudah pernah dibicarakan dengan Pak Mahfud (mantan Ketua MK Mahfud MD). Untuk teknis, kita bicarakan hal-hal yang bisa dirancang bersama," ujarnya.

Akil mengakui, persoalan kebebasan beragama di Tanah Air sama peliknya dengan masalah kemacetan Ibu Negeri. "Memikirkan kemacetan di Jakarta sama dengan memikirkan kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia," ujarnya. (Emir Chairullah)


Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA