Bangun Tol Medan-Binjai, SMI Kucuri Utang Rp481 Miliar ke Hutama Karya

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 13 Aug 2015 15:51 WIB
hutama karya
Bangun Tol Medan-Binjai, SMI Kucuri Utang Rp481 Miliar ke Hutama Karya
jalan tol medan-binjai ANT/Septianda Perdana

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI memberikan pinjaman modal sebesar Rp481 miliar pada PT Hutama Karya selaku penanggung jawab tugas pembangunan proyek trans 
Sumatera ruas tol Medan-Binjai sepanjang 16,6 kilometer (km).

Direktur Utama PT SMI Ema Sri Martini dalam acara penandatangan perjanjian pembiayaan tol Medan-Binjai bersama Direktur Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra mengatakan fasilitas pinjaman tersebut diberikan 
dengan tenor pengembalian selama 25 tahun.

"Melalui pembiayaan pinjaman tenor panjang 25 tahun, terbukti SMI sebagai fiskal tools Kementeian Keuangan dalam memberikan pinjaman dengan respirate 15 tahun," kata Ema di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, 
Kamis (13/8/2015).

Ruas tol Medan-Binjai terbagi menjadi tiga seksi yakni seksi satu Tanjung Mulia-Gelvetia, seksi dua dari Helvetia-Semayang, dan seksi tiga dari Semayanf-Binjai dengan nilai total proyek Rp1,6 triliun dan sisanya Rp1,1 triliun dibiayai dari PMN yang didapat Hutama Karya tahun ini sebesar Rp3,6 triliun.

Ema menjelaskan proyek ini memiliki nilai strategis untuk mendukung dan meningkatkan perekonomian di Sumatera, khususnya sekitar Media-Binjai.  "Pentingnya proyek ini karena akan menggerakan ekonomi di 
Sumatera," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Hutama Karya, I Gusti Ngurah Putra menambahkan keberadaan proyek ini akan sangat membantu percepatan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik kolaborasi bersama SMI.

"Saat ini proyeknya sudah berjalan, pekerjaan persiapan berupa land clearing, pengerasan tanah, bahkan tiang-tiang pancang sudah mulai terpasang," pungkasnya.



(SAW)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA