Gubernur BI: Rupiah Keok Dibayangi Keperkasaan Dolar & Devaluasi Yuan

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 13 Aug 2015 15:58 WIB
rupiah melemah
Gubernur BI: Rupiah Keok Dibayangi Keperkasaan Dolar & Devaluasi Yuan
Gubernur BI Agus Martowardojo saat konferensi pers usai forum koordinasi stabilitas sistem keuangan (FKSSK). FOTO: MTVN/Suci Sedya Utami

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terendah dalam beberapa bulan terakhir.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan rupiah melemah rata-rata 2,47 persen (quarter to quarter) ke Rp13.721 per USD di kuartal I-2015 dari Rp12.807 per USD pada kuartal sebelumnya.

Agus menjelaskan pelemahan ini dipicu kekhawatiran berlanjutnya penguatan dolar AS. Perkembangan data terkini negeri Paman Sam tersebut menyebutkan data tenaga kerja menunjukkan angka yang positif sehingga mengindikasikan kenaikan suku bunga AS (fed fund rate) akan naik lebih cepat dari perkiraan.

Depresiasi mata uang Garuda juga dipicu oleh devaluasi mata uang Tiongkok yuan di tengah rencana kenaikan suku bunga AS. Pemerintah Tiongkok mengambil kebijakan pada 11 Agustus lalu untuk mendevaluasi mata uangnya sebesar 1,9 persen dan dilanjutkan 1,6 persen pada hari berikutnya.

"Karena kondisi di Tiongkok terjadi pelemahan kinerja ekspor, adanya capital outflow dan turunnya cadangan devisa maka mereka mendevaluasikan yuan. Itu berdampak negatif terhadap mayoritas mata uang negara lain termasuk RI," kata Agus, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015).

Namun, meski demikian pelemahan rupiah masih lebih naik jika dibanding dengan pelemahan mata uang lainnya yakni Ringgit Malaysia yang terdepresiasi 13,16 persen, Lira Turki yang terdepresiasi 16,32 persen, Real Brasil yang terdepresiasi 29,4 persen, dan dolar Australia 10,6 persen.


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA