Cerita Luhut yang Kaget Jadi Menkopolhukam

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 13 Aug 2015 16:04 WIB
reshuffle kabinet
Cerita Luhut yang Kaget Jadi Menkopolhukam
Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) salam komando dengan Tedjo Edhy Purdijatno seusai sertijab Menkopolhukam di Kantor Menkopolhukam, Kamis (13/8/2015). Foto: M Rodhi Aulia/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Luhut Binsar Pandjaitan menyebut penunjukan dirinya menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan adalah kejutan. Itu karena pemberitahuan kepada dirinya sangat mendadak. 

"Saya dilantik jadi Menkopolhukam, enggak ngerti juga. Orang mungkin pikir, saya sudah tahu, saya enggak tahu (sebenarnya). Saya tahu resminya, setelah dikasih selamat oleh Presiden," kata Luhut dalam pidato sertijab di Ruang Parikesit, Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015).

Luhut yang menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno menuturkan kronologi penunjukan dirinya. Rabu, 12 Agustus pagi, dirinya mendapatkan kabar lewat telepon dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Saat itu, ia hanya diberi kabar akan dilantik pukul 13.30 WIB.

"Dua kali sudah saya diberi kejutan oleh pak Presiden. Pertama waktu saya jadi Kepala Staf Kepresidenan dan yang kedua, kemarin. Jadi kalau ada yang mikir saya sudah tahu, saya enggak tahu," tegas dia.

Luhut mengaku, kaget dipercaya jadi Menkopolhukam. Bahkan lebih kaget dibanding saat dia dihubungi untuk dilantik jadi Kepala Staf Kepresidenan pada 31 Desember 2014. 

"Kalau kemarin, kagetnya kurang, karena istri saya sempat sanggulan. Yang pertama dulu, bulan Desember, sama sekali tidak sempat sanggulan. Inilah seorang tentara," tukas Luhut.

Diketahui, hari ini prosesi sertijab Menkopolhukam, dari pejabat lama Tedjo Edhy Purdjianto kepada pejabat baru Luhut Binsar Pandjaitan berlangsung lancar dan khidmat. Tedjo mengaku, jabatan yang ia tinggalkan ini adalah sementara saja.

"Saya tahu sebetulnya bapak Luhut sudah lama harusnya di sini. Tapi karena sudah menjabat Kepala Staf Kepresidenan, maka saya sementara ditaruh di Kemenkopolhukam," kata Tedjo dalam kesempatan yang sama.


(KRI)