Fuad Simpan Harta di Rekening Tukang Rawat Kuda

Renatha Swasty    •    Kamis, 13 Aug 2015 17:07 WIB
fuad amin imron
Fuad Simpan Harta di Rekening Tukang Rawat Kuda
Fuad Amin Imron (Foto:MI/Rommy)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron cukup kaya. Hartanya banyak. Ia menyimpan harta itu di sejumlah tempat. Salah satunya di rekening anak buahnya yang saat itu bekerja sebagai tukang rawat kuda.
 
Hal ini diakui Moh Sofi AR, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bangkalan. Sebelum diangkat sebagai PNS, Sofi yang merupakan Tenaga Harian Lepas (THL) dan bekerja sebagai tukang rawat kuda milik Fuad sempat diminta membuka rekening di bank.
 
"Saya diajak ke bank sama suruhannya bapak. Katanya ini disuruh bapak," kata Sofi saat bersaksi buat terdakwa Fuad Amin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (13/8/2015).
 
Saat diajak ke bank, Sofi diminta menandatangani sejumlah dokumen. Usai mengisi, ia tidak tahu menahu soal buku tabungan dan ATM. "Langsung diajak pulang. Cuma tanda tangan saja, ini tanda tangan di sini. Sudah," katanya.
 
Ketika ditanya soal jumlah dan transaksi yang pernah dilakukan di bank tersebut, Sofi mengaku tidak tahu. Ia hanya tahu soal pembukaan rekening saja. "Anda tahu dalam rekening itu jumlahnya fantastis?" tanya Jaksa. "Nggak tahu," jawab Sofi.
 
Tak hanya pembukaan rekening, Sofi mengaku pernah diminta menandatangani jual beli tanah. Lagi-lagi saat ditanya secara rinci Sofi mengaku tidak tahu. "Terus terang pernah dipanggil di kantor mana lupa, suruh tanda tangan masalah tanah," ujarnya.
 
Dalam dakwaan, jaksa penuntut umum mendakwa Fuad Amin Imron mencuci uang sebesar Rp229,45 miliar. Fuad dinilai berbuat jahat dengan menempatkan, mentransfer, membawa ke luar negeri atau menyembunyikan hartanya.
 
Menurut jaksa, politikus Gerindra itu menempatkan duitnya di penyedia jasa keuangan dengan saldo akhir Rp139,73 miliar dan USD326,091 (sekitar Rp4,23 miliar). Dia juga membayar asuransi Rp4,23 miliar. Fuad menggunakan duitnya untuk pembelian kendaraan bermotor Rp7,177 miliar, tanah, dan bangunan sejumlah Rp94,9 miliar.
 
Akibat perbuatannya, KPK menjerat dengan Pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. Ancaman penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar.


(FZN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA