700 Personel Polisi Amankan Sidang Perdana Hercules

- 29 Mei 2013 23:30 wib
Ilustrasi--MI/Angga Yuniar/zn
Ilustrasi--MI/Angga Yuniar/zn

Metrotvnews.com, Jakarta: Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat mengerahkan 700 personel guna mengamankan sidang perdana tersangka dugaan aksi premanisme, Hercules Rosario Marshal.

"Petugas keamanan gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat," kata Wakil Kepala Polrestro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Widodo saat dihubungi wartawan, Rabu (29/5).

Widodo mengatakan, petugas kepolisian akan menggelar apel pasukan pengamanan sebelum pelaksanaan sidang perdana Hercules dan anak buahnya.

Sidang dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis (30/5) pukul 11.00 WIB, sedangkan apel pasukan digelar sekitar pukul 09.00 WIB. Dari sisi pengamanan, Widodo menuturkan sidang Hercules setingkat dengan sidang teroris sehingga membutuhkan pengamanan yang ekstra.

Pihak kepolisian akan memperketat sistem pengamanan dan meningkatkan kewaspadaan selama proses sidang Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) tersebut, karena terdapat potensi kericuhan.

Salah satu tim pengacara Hercules, Ikraman Thali menyebutkan Hercules akan kooperatif menjalani persidangan, meskipun anak buahnya tidak menerima proses hukum tersebut.

Thalib mengimbau anak buah Hercules dapat mengikuti jalan sidang dengan tertib dan menjaga keamanan. Thalib mengaku telah berkoodinasi pihak kepolisian untuk memberikan pengaman ekstra sebelum maupun setelah proses persidangan berlangsung.

Polda Metro Jaya menangkap dan menahan Hercules bersama 49 orang pengikutnya setelah terlibat bentrokan dengan petugas di Kompleks Pertokoan Rich Place Jalan Meruya Ilir Nomor 34-40 Kelurahan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (8/3).

Polda Metro Jaya menetapkan tersangka terhadap Hercules terkait dugaan kepemilikan senjata api, melawan petugas dan menghasut. Selain itu, penyidik juga menetapkan tersangka kepada 49 orang lainnya yang diduga sebagai pengikut Hercules, dengan jeratan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, Pasal 214 KUHP kejahatan melawan kepada petugas, dan Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam.

Petugas menyita barang bukti, seperti tiga  bilah parang, satu buah panah, dua buah anak panah, tujuh bilah pisau belati, sepucuk senjata api jenis FN, dua unit magasin, sepucuk senjata api jenis Revolver, 27 butir peluru, dan uang tunai sebesar Rp5.900.000. (Antara)

()

ANT/M Agung Rajasa

DPW masih Tunggu Jawaban DPP PPP

17 April 2014 22:50 wib

SURAT yang ditujukan bagi Suryadharma tidak sedikitpun mengindikasikan gerakan makar.