Volume Ekspor Kerajinan Bertambah Akibat Kenaikan USD

Antara    •    Kamis, 13 Aug 2015 17:40 WIB
ekspor
Volume Ekspor Kerajinan Bertambah Akibat Kenaikan USD
Ilustrasi (FOTO ANTARA/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Bantul: Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperkirakan volume ekspor kerajinan dari daerah ini bertambah akibat kenaikan kurs dolar terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

"Kenaikan dolar ini jelas berdampak pada volume ekspor kerajinan yang bertambah, karena bagi importir sana (negara tujuan ekspor) harganya jadi lebih murah," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Bantul Sulistyanto, di Bantul, Kamis (13/8/2015).

Dia menjelaskan, dengan naiknya kurs dolar terhadap rupiah tersebut, mata uang internasional tersebut jika dirupiahkan nilainya lebih besar dibanding sebelumnya, sehingga pembelian kerajinan yang dijual dengan rupiah jumlahnya menjadi bertambah.

Ia mengatakan, begitu juga dengan rupiah yang didapat dari pengusaha eksportir lebih besar dibanding sebelumnya atau saat nilai tukar dolar terhadap mata uang Indonesia itu belum naik, sehingga juga menunguntungkan bagi produsen kerajinan.

Meski demikian, kata dia, pihaknya tidak mengetahui berapa penambahan volume dan nilai ekspor kerajinan akibat kenaikan dolar itu, karena pihaknya belum menghitung mengingat pencatatan ekspor kerajinan ada di wewenang Pemda DIY.

"Jelas (kenaikan dolar) ada pengaruhnya terhadap volume dan nilai ekspor (dirupiahkan). Ini juga menguntungkan bagi produsen yang bahan bakunya tidak impor, atau kalau bahan bakunya impor, namun nilainya tidak besar," pungkas Sulistyanto.



(ABD)