Menteri Marwan: Program Transmigrasi Harus Dihidupkan Kembali

Antara    •    Kamis, 13 Aug 2015 19:14 WIB
transmigrasi
Menteri Marwan: Program Transmigrasi Harus Dihidupkan Kembali
Marwan Jafar. Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan program transmigrasi harus dihidupkan kembali dengan semangat baru. Selama ini, banyak kepala keluarga merasakan manfaat transmigrasi.

"Semangat dan kreativitas transmigran harus terus didukung, sehingga program yang telah dirasakan manfaatnya oleh sekitar 2,3 juta keluarga tersebut, semakin baik dan berkesinambungan," ujar Menteri Marwan usai
pemberian penghargaan Transmigran Teladan di Jakarta, Kamis (13/8/2015) seperti ditulis Antara.

Program transmigrasi dijalankan bertahun-tahun dan harus dihidupkan lagi dengan semangat baru. "Penghargaan bagi transmigran teladan ini akan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk menyongsong masa depan lebih baik untuk masa depan dan anak cucu," ujar dia.

Transmigran yang mendapat penghargaan telah menunjukkan dedikasi dan partisipasi aktif dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat transmigrasi. Pemberian penghargaan juga diukur dari kesungguhan dalam mendukung pelaksanaan program transmigrasi dan terbukti mampu peningkatan kesejahteraan keluarganya.

Adapun kriteria penilaian kategori transmigran teladan menitikberatkan pada aspek ekonomi, kesehatan, aspek pendidikan, dan partisipasi masyarakat. Sedangkan kriteria untuk pembina permukiman transmigrasi teladan meliputi aspek kompetensi, kepemimpinan, dan aspek keberhasilan tugas yang mencangkup unsur ekonomi, kesehatan dan pendidikan, seni budaya, mental spiritual, kelembagaan pemerintah dan masyarakat, sekaligus partisipasi masyarakat.

"Transmigran adalah pahlawan karena telah berdedikasi membangun wilayahnya dan mampu menghidupkan ekonomi masyarakat. Oleh karena itulah, Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi merasa sangat perlu memberi penghargaan," jelas dia.

Para transmigran yang sukses tersebut, lanjut Marwan, telah berhasil mencapai titik balik kesuksesan dalam hidupnya. Dari 21 nominator penerima penghargaan, 11 diantaranya awalnya adalah buruh serabutan di daerah asalnya.

Selain itu, 10 nominator lainnya ada yang memiliki latar belakang pekerjaan sebagai sopir truk, tukang bengkel, bahkan ada juga yang sebelumnya bekerja sebagai aparat di desa asalnya.

"Kemudian setelah ikut transmigrasi, mereka sukses meningkatkan taraf hidup keluarga, bahkan memberi andil besar dalam membangun ekonomi di lingkungan masyarakat. Kisah sukses ini membuktikan bahwa transmigran bukan kaum marginal, bukan orang terpinggirkan melainkan saudara kita yang sukses dan berhasil hidup maju," tegas Menteri Marwan.

Pemberian penghargaan tersebut sangat penting untuk memotivasi para transmigran untuk bekerja lebih giat lagi. Kemudian masyarakat yang tinggal di daerah padat penduduk dan menghadapi kesulitan lapangan pekerjaan juga bisa mendapat contoh yang baik, sehingga mereka tertarik ikut program transmigrasi yang terus disiapkan.

Dalam kesempatan tersebut, pemenang transmigran teladan yakni Muhammad Fauzi (Maluku Tengah), Daim Sahiri (Sumatera Selatan) dan Andi Rusdi (Sulawesi Selatan). Kemudian, pembina teladan yakni Wahono (Gorontalo), Nurhayati (Aceh Utara) dan Rudi (Halmahera Tengah).

Hingga saat ini, tercatat 104 permukiman transmigrasi yang telah berkembang menjadi ibu kota kabupaten atau kota, 382 permukiman transmigrasi menjadi ibu kota kecamatan, 3.325 permukiman transmigrasi menjadi desa definitif. Bahkan ada dua daerah permukiman transmigrasi yang telah sukses menjadi ibu kota provinsi, yakni Mamuju yang sekarang menjadi ibu kota Provinsi Sulawesi Barat dan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan yang menjadi Ibukota Provinsi Kalimantan Utara.



(KRI)

KPK Periksa Ketua Komisi II DPR

KPK Periksa Ketua Komisi II DPR

23 minutes Ago

Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap diperiksa terkait kasus korupsi KTP elektronik.
 

BERITA LAINNYA