Fuad Tak Mau Rekening Atas Nama Ajudannya Dibuatkan ATM

Renatha Swasty    •    Kamis, 13 Aug 2015 20:19 WIB
fuad amin imron
Fuad Tak Mau Rekening Atas Nama Ajudannya Dibuatkan ATM
Fuad Amin Imron. Foto: Yudhi Mahatma/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Fuad Amin Imron, terdakwa pencucian uang, meminta petugas Bank Mandiri agar tak membuat ATM untuk rekening-rekening yang dia buat atas nama ajudan. Pembuatan ATM hanya untuk rekening atas nama dia dan istrinya.

Hal itu terungkap saat Priority Banking Manager (PBM) Mandiri Cabang Darmo Permai Surabaya Melinda Husbandini menjadi saksi dalam lanjutan sidang pencucian uang Fuad Amin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (13/8/2015). Jaksa membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) atas nama Melinda.

"Melinda diminta Fuad Amin hanya membuat ATM dari rekening atas nama Fuad Amin dan Siti Masnuri. Namun, untuk rekening dengan nama-nama ajudannya, tidak dibuatkan ATM," kata Jaksa KPK Arin. 

Melinda menuruti permintaan Fuad. Dia beralasan ATM tak diberikan karena tak ada permintaan dari pemilik rekening.

"Kalau Pak Fuad dan Bu Fuad dibuatkan. Sementara terkait dengan ajudan, pegangan saya, tidak ada permintaan dari yang bersangkutan (pemilik rekening) yang lalu dikuatkan dengan permintaan Bapak Fuad Amin," kilah dia.

Diketahui, dalam persidangan, terungkap Fuad meminjam KTP sejumlah ajudannya untuk membuka rekening. Meski atas nama para ajudannya, namun buku rekening dan ATM tak diberikan kepada mereka. 

Para ajudan Fuad juga mengaku tidak pernah tahu transaksi di rekening atas nama mereka.

Dalam dakwaan diketahui Jaksa penuntut umum mendakwa Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bangkalan nonaktif, Fuad Amin Imron, mencuci uang sebesar Rp229,45 miliar. Fuad dinilai berbuat jahat dengan menempatkan, mentransfer, membawa ke luar negeri, atau menyembunyikan hartanya.

Menurut jaksa, politikus Gerindra itu menempatkan duitnya di penyedia jasa keuangan dengan saldo akhir Rp139,73 miliar dan USD326,091 (sekitar Rp4,23 miliar). Dia juga membayar asuransi sejumlah Rp4,23 miliar. Fuad menggunakan duitnya untuk pembelian kendaraan bermotor sejumlah Rp7,177 miliar, tanah, dan bangunan sejumlah Rp94,9 miliar.

Akibat perbuatannya, KPK menjerat dengan Pasal 3 UU tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. Ancaman penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar.


(KRI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA