Harga Minyak Mendekati Titik Nadir

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 14 Aug 2015 10:42 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Mendekati Titik Nadir
Ilustrasi kilang minyak -- FOTO: Reuters/Tood Korol

Metrotvnews.com, New York: Harga minyak mentah dunia kembali mendekati titik nadirnya di 2015 ini setelah pemadaman kilang dan data yang menunjukkan persediaan pasokan kilang minyak kembali berlebih.

Reuters melansir, Jumat (14/8/2015), harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) CLc1 menetap USD1,07 di USD42,23 per barel setelah sebelumnya diperdagangkan sebesar USD41,91 per barel.

Angka tersebut merupakan yang terendah sejak Maret 2009, ketika krisis keuangan mendatangkan malapetaka bagi kejayaan harga minyak. Sementara harga minyak mentah Brent LCOc1 mentah tergelincir 1,1 persen menjadi USD49,13 per barel.

Pelemahan harga minyak mentah ini karena kekhawatiran investor terhadap perang mata uang atau penyusutan aset yang berkurang. Ekuitas AS terhantam harga energi yang lemah, sehingga menyeret saham perusahaan-perusahaan menjadi lebih rendah.

Sekadar diketahui, ketika harga minyak melemah, imbal hasil obligasi menguat di pasar utama setelah bank sentral Tiongkok meyakinkan investor tidak ada alasan mata uangnya terus jatuh. Namun demikian, hal tersebut menyeret harga minyak jatuh ke posisi terendah dalam enam tahun akibat kekhawatiran pasokan.

Meskipun demikian, mata uang yuan melemah untuk hari ketiga dan beberapa analis memperkirakan adanya penurunan lebih lanjut dalam menghadapi ekonomi lemah. Bahkan, Wakil Gubernur Bank Rakyat Tiongkok Yi Gang menolak pembicaraan tentang devaluasi yuan lebih dalam.


(AHL)

KPK Periksa Ketua Komisi II DPR

KPK Periksa Ketua Komisi II DPR

10 minutes Ago

Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap diperiksa terkait kasus korupsi KTP elektronik.
 

BERITA LAINNYA