Jokowi: Jaga APBN Tetap Sehat Demi Kemandirian Ekonomi

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 14 Aug 2015 11:23 WIB
pidato kenegaraan
Jokowi: Jaga APBN Tetap Sehat Demi Kemandirian Ekonomi
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku pemerintah senantiasa menjaga agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. Hal ini terus dilakukan guna memperkuat kemandirian perekonomian Indonesia di masa-masa mendatang.

Jokowi menambahkan, pemerintah terus menjaga agar kebijakan fiskal diarahkan untuk mendukung kemandirian fiskal melalui peningkatan penerimaan tanpa mengganggu iklim investasi. Pasalnya, baiknya iklim investasi menjadi penting untuk mengundang masuknya investor ke Tanah Air.

"Kita kurangi ketergantungan pada penerimaan dan sumber daya alam. Kita kendalikan defisit anggaran dalam batas aman, dan kita jaga debt ratio, rasio utang dalam batas yang terkendali," kata Jokowi, dalam Pidato Kenegaraan di hadapan Sidang Bersama DPR-DPD, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015).  

Selain itu, masih kata Jokowi dalam pidatonya, pemerintah juga kembali menata ulang sistem subsidi agar lebih tepat sasaran. Tak hanya itu, aku Jokowi, pemerintah juga terus mendorong pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, dan perlindungan sosial.

"Saya memahami, kebijakan yang saya ambil di awal pemerintahan adalah kebijakan yang tidak populer. Pemerintah seakan-akan tidak berpihak kepada rakyat. Namun, moral politik saya mengatakan, saya harus bertindak dan menghentikan praktik yang tidak benar," tegas Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi menambahkan bahwa langkah awal yang telah ia tempuh adalah mengalihkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke sektor-sektor produktif dan jaring pengaman sosial. Selain itu, juga menata jalur pengadaan dan distribusi BBM. Indonesia harus meninggalkan perilaku konsumtif menjadi produktif.

Sebagai ilustrasi, di 2014, sekitar Rp240 triliun subsidi BBM hanya dibakar di jalan-jalan atau hanya dibakar-bakar dan dinikmati oleh jutaan mobil pribadi, bukan dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di gunung-gunung, di pesisir-pesisir, di pulau-pulau terpencil atau mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan.

"Itulah yang saya sebut sebagai praktik tidak benar tersebut. Padahal, uang sebesar itu dapat digunakan untuk membangun sekolah, membangun rumah sakit, meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui program ekonomi produktif dan perlindungan sosial, serta membangun lebih banyak lagi infrastruktur," pungkas Jokowi.



(ABD)

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

33 minutes Ago

Penyitaan akan dilakukan jika mantan Ketua DPR RI itu tidak dapat mengembalikan uang ganti rugi…

BERITA LAINNYA