Jokowi: Pengalihan Subsidi BBM Berbuah Manis pada Saatnya

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 14 Aug 2015 11:42 WIB
pidato kenegaraan
Jokowi: Pengalihan Subsidi BBM Berbuah Manis pada Saatnya
Presiden Joko Widodo saat membacakan pidato kenegaraan. FOTO: Dokumentasi MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyadari bahwa kebijakan pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk sementara waktu mengurangi kenyaman hidup masyarakat. Namun, sudah saatnya Indonesia mengubah paradigma pembangunan dari konsumtif menjadi pembangunan yang produktif.

"Namun untuk jangka panjang, kebijakan yang saat ini dirasa pahit, pada saatnya akan berbuah manis," kata Jokowi, saat membacakan Pidato Kenegaraan di hadapan Sidang Bersama DPR-DPD, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Menurutnya, dari pengalihan subsidi BBM akan banyak infrastruktur dan fasilitas publik yang dapat dibangun pemerintah untuk dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat. Banyak program bantuan sosial untuk kelompok masyarakat miskin yang dapat diberikan pemerintah untuk membantu mereka keluar dari belenggu kemiskinan.

"Banyak program perlindungan sosial yang dapat dijalankan secara berkelanjutan untuk seluruh masyarakat dan pekerja. Juga banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UKM) yang bisa digerakkan. Semua itu bisa kita lakukan dengan pengalihan subsidi BBM dan subsidi-subsidi lainnya yang saat ini tidak tepat sasaran," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, bagi masyarakat yang kurang beruntung, yang rentan terhadap perubahan, pemerintah telah menyiapkan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera, dan Asistensi Sosial untuk Penyandang Disabilitas Berat. 

Selain itu, masih kata Jokowi, pemerintah juga akan terus mendukung efektivitas dan keberlanjutan program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), baik Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maupun Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (JSK).

"Berbagai program itu merupakan jaring pengaman sosial agar saudara-saudara kita yang kurang beruntung, pada saat terjadi gejolak tidak mengalami penurunan tingkat kesejahteraan. Mereka harus tetap menjadi bagian dari pembangunan nasional yang produktif," pungkasnya.


(ABD)