Jokowi Janji Bangun Kekuatan Pertahanan yang Tangguh

Desi Angriani, K. Yudha Wirakusuma    •    Jumat, 14 Aug 2015 11:48 WIB
pidato kenegaraan
Jokowi Janji Bangun Kekuatan Pertahanan yang Tangguh
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya dalam Sidang Tahunan MPR Tahun 2015 di Kompleks Parlemen, Senayan--Antara/Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menyinggung kondisi pertanahan dalam negeri dalam pidato kenegaraan hari ini. Orang nomor satu di Indonesia ini berjanji akan membangun kekuatan pertahanan negara yang tangguh.

"Kita juga akan membangun kekuatan pertahanan negara yang tangguh dengan memberdayakan alutsista produksi dalam negeri. Kita harus memiliki kekuatan pertahanan negara yang tidak hanya sebatas kekuatan esensial minimum, namun kekuatan yang mampu mengamankan dan menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta melindungi sekitar 250 juta warganya," kata Jokowi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Kekuatan yang dibangun tidak harus berbenturan dengan karakteristik bangsa Indonesia. "Kekuatan pertahanan yang kita bangun itu harus tetap menjunjung tinggi karakter negara dan bangsa Indonesia sebagai negara dan bangsa yang cinta damai," terangnya.

Seperti digariskan dalam UUD 1945, kata Jokowi, prinsip dasar politik luar negeri kita adalah bebas aktif. Prinsip ini menuntut Indonesia menentukan kebijakan politik luar negeri secara bebas, mandiri, dan tanpa beban aliansi.
"Indonesia ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," terangnya.

Untuk itu Indonesia akan terus mengirimkan pasukan perdamaian ke berbagai belahan dunia, menjadi penengah konflik, memberikan kepemimpinan dalam pembuatan norma-norma regional dan global.

"Indonesia akan terus berkontribusi dan berperan dalam menciptakan keamanan di Asia Tenggara, serta memberikan kepemimpinan di Samudra Hindia, di mana Indonesia akan menjadi pemimpin Indian Ocean Rim Association pada 2015-2017. Indonesia juga terus mendukung kemerdekaan Palestina dari penjajahan dan kezaliman serta menyerukan agar saudara-saudara Muslim di Timur Tengah meletakkan senjata dan berdamai demi kepentingan ukhuwah Islamiah," bebernya.


(YDH)