Pertamina Evaluasi Rencana Pinjaman Jangka Panjang

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 15 Aug 2015 14:31 WIB
pertamina
Pertamina Evaluasi Rencana Pinjaman Jangka Panjang
Ilustrasi Gedung Pertamina -- FOTO: Antara/Zabur Karuru

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) mengevaluasi kembali kebutuhan pendanaan jangka panjang baru tahun ini karena kondisi kas perusahaan masih kuat.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, harga minyak mentah yang terus menurun memang telah menyebabkan industri minyak dan gas (migas) mengalami guncangan belakangan ini. Pembelian minyak mentah dan BBM menggunakan dolar AS, di sisi lain penjualan produk dalam bentuk rupiah sedikit banyak berpengaruh pada kinerja perusahaan itu.

Kendati demikian, jelas dia, dengan tekanan tersebut kondisi kas Pertamina saat ini dalam kondisi yang kuat. Hal itu diindikasikan dari cash on hand konsolidasi perusahaan yang berada di atas USD2 miliar.

Beberapa faktor penyebabnya antara lain, lebih baiknya hubungan dengan pemerintah dalam penyelesaian utang-piutang, efisiensi perusahaan, dan inisiatif khusus seperti manajemen arus kas yang lebih ketat.

"Dengan kondisi cash on hand yang cukup, fasilitas kredit jangka pendek tidak banyak dipergunakan. Sistem pembelian minyak mentah dan produk melalui ISC juga berjalan dengan lebih baik. Di mana beberapa pasokan yang semula menyaratkan L/C kini tidak diperlukan lagi. Kami juga memproyeksikan kebutuhan pendanaan jangka panjang baru kami evaluasi bahkan mungkin tidak lebih dari 15 persen dari perencanaan," jelas Wianda, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (15/8/2015).

Seperti diketahui, Pertamina telah melaporkan kinerja pada semester I-2015. Selain pertumbuhan kinerja operasi, laba bersih perusahaan telah mencapai USD570 juta.

Melihat pencapaian tersebut, Ia sangat optimis perseroan dapat memenuhi target laba bersih hingga akhir tahun.  Ditambah lagi, perseroan telah melakukan efisiensi-efisiensi yang dapat membantu perolehan target laba tersebut.

"Kami optimistis dapat mengejar pencapaian target laba bersih sebesar USD1,7 miliar hingga akhir tahun. Upaya efisiensi perusahaan juga terus dilanjutkan hingga target efisiensi sebesar USD500,42 juta tahun ini, di mana pada semester I-2015 realisasi efisiensi telah mencapai USD249,2 juta," beber dia.


(AHL)