Puluhan Tahun di Jerman, Keluarga Ini Masih Junjung Budaya Jawa

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 15 Aug 2015 16:30 WIB
kebudayaan
Puluhan Tahun di Jerman, Keluarga Ini Masih Junjung Budaya Jawa
Penari mementaskan Tari Sembah Lenggang dari Padepokan Bagong Kussudiardjo pada acara Gelar Budaya Kraton Yogyakarta, Selasa (28/7) malam. Foto: Antara/Regina Safri

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Budaya lokal sulit untuk dipertahankan. Derasnya arus globalisasi membuat sebagian masyarakat meninggalkan budaya lokal, termasuk budaya Jawa.

"Lihat saja sekarang, orang Jawa asli seperti tak terlihat jawanya. Mereka malah lebih bangga dengan budaya yang bukan budaya aslinya," kata Eva Reinhard, 36, warga asli Secang, Magelang, Jawa Tengah, yang tinggal di Jerman, di sela forum Konferensi Keturunan Jawa dan Budaya Jawa Sedunia, di Hotel New Saphir Yogyakarta, Sabtu (15/8/2015).

Eva mengatakan, meskipun sudah puluhan tahun tinggal di Jerman bersama suaminya, ia masih tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Jawa di keluarganya. Misalnya, mengajarkan empat orang anaknya berbahasa Jawa secara perlahan. Bahkan, pada Oktober nanti, ia hendak mementaskan kesenian Jawa di dua sekolah menengah tempat anaknya belajar.

Eva melihat etika dan sopan santun masyarakat di Indonesia seolah kian tergerus. Ia mencontohkan, selama di Indonesia beberapa minggu terakhir, tak jarang menemui orang yang dengan mudah membuang sampah sembarangan. Dari dalam mobil, kata dia, orang dengan mudahnya membuang sampah ke jalan.

"Orang seperti tak memperhatikan lingkungannya. Padahal, sampah juga bisa membuat dampak yang buruk jika dibuang sembarangan," jelasnya.

Koordinator konferensi, Indrata Kusumaprijadi, 45, menambahkan orang Jawa di Indonesia seperti kalah dengan orang asing. Di Singapura, ia melihat pertunjukan gamelan yang dimainkan pemain dari Polandia dan Inggris.

"Padahal mereka hanya belajar hanya satu sampai dua tahun di Jawa. Bagus juga pertunjukan mereka," ungkapnya.

Indrata berharap konferensi yang dihadiri perwakilan orang Jawa dari 14 negara, seperti Singapura, Suriname, Belanda, Jerman, Malaysia, Polandia, Cina, Australia, dan Meksiko, ini mampu meningkatkan kultur masyarakat Jawa di manapun berada.

"Kami meminta pemerintah membantu pendataan orang Jawa di luar negeri di mana pun. Ini untuk menyatukan kebersamaan kita sebagai bangsa Indonesia," tuturnya.

Konferensi bertajuk 'Ngumpulke Balung Pisah' ini berlangsung Sabtu-Minggu, 15-16 Agustus dan dihadiri 200 orang Jawa perwakilan yang tinggal di 14 negara.

"Ini kumpulan orang-orang nekat yang ingin kembali. Filosofi kehidupan Jawa banyak diterapkan di luar negeri. Kami tak membedakan etnis, namun lebih ke filosofi yang bisa diterapkan dalam kehidupan," tambahnya.


(UWA)

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

1 hour Ago

Teranyar, karangan bunga datang dari dua politisi Golkar, Bambang Soesatyo dan Muhammad Misbakh…

BERITA LAINNYA