Polisi Jerat Dua Mahasiswa Maniak Seks dengan Pasal Berlapis

Wahyu Tiar    •    Sabtu, 15 Aug 2015 17:01 WIB
perkosaan
Polisi Jerat Dua Mahasiswa Maniak Seks dengan Pasal Berlapis
Ilustrasi pemerkosaan

Metrotvnews.com, Malang: Polres Malang Kota menjerat pasal berlapis bagi GM dan SAN, dua tersangka kasus penculikan dan pembiusan disertai pemerkosaan dengan korban mahasiswa universitas ternama di Kota Malang.

Hasil penyelidikan terakhir, polisi menemukan sejumlah foto perempuan tanpa busana di ponsel tersangka GM. Dari temuan ini, diperkirakan korban kelainan seks GM dan SAN bertambah.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro, menyebutkan, di dalam telepon selular tersangka, teridentifikasi sejumlah perempuan berbeda.

"Paling tidak hingga saat ini sudah diketahui tiga perempuan dalam kondisi telanjang. Masing-masing korban WW, pacar sekaligus tersangka SAN, serta seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya," kata Adam, Sabtu (15/8/2015).

Menurutnya, selama ini tersangka GM hobi mengabadikan momen intimnya dengan sejumlah wanita menggunakan ponsel.

Wakapolres Malang Kota, Kompol Dewa Putu menyebutkan kedua tersangka dikenakan pasal berlapis di KUHP. Yakni, Pasal 328 karena menculik korban hingga sengsara. Lalu Pasal 285 karena memerkosa dengan kekerasan dan ancaman, Pasal 286 karena memperkosa korban dengan kondisi tak sadarkan diri.

Tersangka juga dijerat Pasal 290 karena bersama-sama melakukan pemerkosaan, serta Pasal 170 karena bersama-sama melakukan aksi kekerasan. "Ancaman hukuman antara 5 hingga 12 tahun penjara," kata Dewa Putu.

Jika ada yang ditengarai menjadi korban GM dan SAN, Dewa Putu berharap keluarga korban segera melaporkan diri ke Mapolres Malang Kota.

Kasus penculikan dan pembiusan disertai tindak pemerkosaan mencuat sejak korban WW melaporkan tindak pidana tersebut ke Mapolres Malang Kota, 6 Agustus.

Hanya butuh dua hari, tim dari Satuan Reserse Kriminal Polres Malang Kota berhasil menangkap dua tersangka berinisial GM dan SAN. Keduanya diketahui sebagai sepasang kekasih dan sudah hidup serumah layaknya suami istri sejak satu tahun terakhir.

Berdasarkan keterangan korban dan bukti di lapangan, kedua tersangka sama-sama memiliki kehidupan seksual menyimpang. Mereka senang melakukan hubungan seksual dengan menggunakan alat bantu dan model penyiksaan ala film porno.


(UWA)