Densus Gerebek Rumah, Warga: Ada Kekerasan Anak dan Perempuan

Pythag Kurniati    •    Minggu, 16 Aug 2015 12:58 WIB
terorismebom
Densus Gerebek Rumah, Warga: Ada Kekerasan Anak dan Perempuan
Densus 88 membawa karung dari rumah Yus Karman, terduga teroris. Foto: MTVN/Pythag

Metrotvnews.com, Surakarta: Kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, keluarga terduga teroris mengeluhkan ada kekerasan terhadap perempuan dan anak saat Densus 88 Polri menangkap Giyanto.

Giyanto dicokok Densus 88 Polri karena diduga terlibat perakitan bom di salah satu tempat ibadah di Kampung Mojo, Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.

“Kita telah berbicara dengan saksi mata saat penangkapan Giyanto. Mereka bilang, ada pemukulan juga sebelum akhirnya ditangkap,” ungkap Koordinator Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Sianne Indriani, Minggu (16/08/2015).

Keluarga, kata Siane, juga melaporkan adanya perlakuan kasar kepada perempuan dan anak saat menggeledah rumah.

Ira, salah satu kerabat Giyanto, mengaku mendapatkan intervensi dari Densus 88. “Waktu itu saya sebagai teman Eni (isteri Giyanto) sedang berada di sekitar sini. Tahu-tahu ada mobil polisi banyak. Saya mengendarai motor saat itu bersama dua anak saya. Saya maju mereka ikut maju, saya mundur mereka ikut mundur. Tiba-tiba mereka membuka pintu mobil keras-keras. Saya terdorong dan jatuh bersama kedua anak saya tertimpa motor,” ungkap Ira.

Ira menuturkan, bukannya menolong, aparat justru menodongkan senjata padanya. "Hingga saat ini anak-anak saya masih mengalami trauma," kata dia.

Dua laporan berikutnya adalah mengenai hilangnya beberapa barang di rumah Giyanto setelah penggeledahan. “Ada susu bubuk adik saya, madu serta suplemen yang hilang. Karena pada saat penggeledahan keluarga diminta menjauh dari rumah,” ungkap anak Giyanto, Fandi, 16.

Komnas HAM mendatangi rumah Giyanto setelah mengunjungi rumah keluarga Ibad. Kedatangannya untuk mengumpulkan data dan menyelidiki adanya perlakuan di luar prosedur yang dilakukan Densus 88 saat menangkap terduga teroris dan menggeledah rumah mereka.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga orang terduga teroris di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 12 Agustus. Ketiga orang itu yakni Ibad, Yus Karman, dan Giyanto.

Densus 88 kemudian menggeledah kios ponsel di Kampung Sawahan, Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, Kamis, 13 Agustus.

Penggeledahan kemudian dilanjutkan di sebuah rumah di Semanggi, Solo, di hari yang sama. Selanjutnya sebuah kamar indekos di Karanganyar, Solo, turut digeledah.

Hasil penggeledahan itu ditemukan sejumlah bahan peledak dan panduan merakit bom. Diduga mereka akan beraksi di sejumlah lokasi saat peringatan hari ulang tahun ke-70 kemerdekaan Republik Indonesia.


(UWA)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

20 hours Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA