Pemerintah Soroti Isu Ketersediaan Rumah

Antara    •    Minggu, 16 Aug 2015 18:53 WIB
perumahan
Pemerintah Soroti Isu Ketersediaan Rumah
Ilustrasi Perumahan ANT/Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjadikan kesenjangan antara kebutuhan rumah di tengah masyarakat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sebagai salah satu isu strategis.

"Isu strategis utama di bidang perumahan yaitu pertama, mengatasi kesenjangan antara kebutuhan dan penyediaan rumah sebesar 13,5 juta unit," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam rilis Komunikasi Publik Kemenpupera yang diterima di Jakarta, Minggu (16/8/2015).

Menpupera juga mengingatkan bahwa pemerintah juga menyoroti persoalan tempat tinggal yang tidak layak huni sebesar 3,4 juta unit dan mengatasi permukiman kumuh yang diperkirakan mencapai seluas 38.431 hektare (ha) secara keseluruhan di berbagai daerah.

Untuk itu, pihaknya juga mengingatkan bahwa peran para pelaku sektor properti serta perbankan dalam memberikan kredit yang terjangkau juga diperlukan dalam rangka menyukseskan Program Sejuta Rumah.

"Tanpa kerjasama yang saling bahu membahu ini, program sejuta rumah tidak akan terlaksana dengan baik. Karena Pemerintah hanya mampu menyediakan 10 persen dari target," urainya.

Ia juga mengajak para pengembang besar untuk menjaga pasokan rumah sederhana sehingga kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah secara bertahap dapat segera terpenuhi.

Menpupera mengemukakan alokasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat sebesar Rp103,8 triliun dalam RAPBN 2016. Dana ini secara sektoral untuk Sumber Daya Air sebesarRp 24 triliun, Bina 

Marga Rp42 triliun, Cipta Karya Rp 14 triliun itu untuk air minum dan sanitasi, lalu penyediaan perumahan Rp6 triliun, di luar FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) sebesar Rp 9,3 triliun. 


(SAW)