Elanto Wijoyono, Pengadang Moge & Penggerak Warga

Ahmad Mustaqim    •    Minggu, 16 Aug 2015 19:27 WIB
pelanggaran lalu lintas
Elanto Wijoyono, Pengadang Moge & Penggerak Warga
Sosok Elanto Wijoyono, aktivis sepeda yang mengadang konvoi motor gede di Yogyakarta. (MTVN/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Elanto Wijoyono. Tak banyak orang mengetahui siapa lelaki 32 tahun ini sebelum melakukan aksi beraninya: mengadang konvoi pengendara motor gede (moge) yang mengganggu kenyamanan warga Yogyakarta pada Sabtu (15/8/2015) lalu. 

Sebagai warga Yogyakarta, Elanto merasa terganggu atas tindakan penyalahgunaan hak-hak lalu lintas yang dilakukan kepolisian dan pengendara moge. Ia menilai tindakan petugas patwal konvoi pengendara moge merupakan bentuk pelanggaran voorijder dengan membiarkan para pengendara moge menerobos rambu lalu lintas.

"Penggunakan voorijder tidak untuk pengawalan konvoi. Fasilitas negara harus digunakan sebagaimana mestinya," kata Elanto di Yogyakarta, Minggu (16/8/2015).

Bagi Elanto, tak cuma pelanggaran lalu lintas yang ia persoalkan. Lebih dari itu, ia mengaku prihatin terhadap penegakan hukum yang tak konsisten memberi aturan ketertiban di ruang publik.

"Semua orang memiliki hak mengadakan kegiatan, namun hanya sesuai dengan aturan sebagaimana mestinya," ucapnya.

Keberanian Elanto bukan tindakan kemarin sore, lelaki berkacamata ini juga menjadi salah satu penggerak masyarakat Yogyakarta dalam menolak komersialisasi. Semangat yang ia berikan kepada masyarakat bernama Gerakan Warga Berdaya.

"Jogja dikomersilkan menjadi bisnis, tidak berdampak positif bagi masyarakatnya," ucap Elanto.

Selama beberapa tahun terakhir, ratusan bangunan komersial, seperti hotel, apartemen hingga pusat perbelanjaan besar berdiri di Yogyakarta. Bangunan-bangunan menjulang itu lebih banyak memberikan dampak negatif terhadap warga sekitar, salah satunya membuat debit air untuk kebutuhan warga sedikit demi sedikit berkurang.

"Kita tidak peduli siapa yang diuntungkan, tapi siapa yang dirugikan itu yang mestinya dipikirkan," jelasnya.

Selain menggerakkan warga, bersama rekan-rekannya, Elanto juga menjadi salah seorang yang membantu tuntasnya penggarapan film berjudul Di Belakang Hotel. Film yang selesai digarap akhir 2014 lalu itu mengisahkan nasib warga di sekitar bangunan hotel yang kekurangan air ketika memasuki kemarau.


(MEL)

Ingin Jenguk Setnov di RSCM Harus Izin ke KPK

Ingin Jenguk Setnov di RSCM Harus Izin ke KPK

2 hours Ago

Ketua DPR Setya Novanto masih menjalani perawatan intensif di RSCM, Jakarta Pusat. Hingga kini,…

BERITA LAINNYA