Merdeka Sepenuh-penuhnya

   •    Minggu, 16 Aug 2015 23:57 WIB
hut ke-70 ri
Merdeka Sepenuh-penuhnya

Ibarat gelas, kemerdekaan kita, harus jujur diakui, baru terisi setengah, belum terisi penuh. Setengah isi, setengah kosong. Kita belum merdeka sepenuh-penuhnya.

Kita memang sudah merdeka dari penjajahan fisik bangsa asing. Tetapi kita belum merdeka dari penjajahan bangsa sendiri. Celakanya, lebih sulit memerdekakan diri dari penjajahan bangsa sendiri daripada bangsa asing.

Bung Karno pernah mengingatkan, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

Kita, misalnya, masih berperang memerdekakan diri dari belenggu korupsi yang dilakukan bangsa sendiri. Tiada jalan lain, untuk memenangi peperangan melawan korupsi, semangat Persatuan Indonesia mesti dikedepankan sebagaimana dulu para pendiri bangsa bersatu melawan penjajah asing. 

KPK, Polri dan Kejaksaan, tiada kata lain, harus berkolaborasi mencegah dan memerangi korupsi. Dengan sokongan penuh negara dan rakyat, kita semestinya bisa memerdekakan bangsa ini dari belenggu korupsi.

Penjajah lain yang berasal dari bangsa sendiri, yang sekarang ini sedang beroperasi menyengsarakan rakyat, ialah mafia pangan. Mereka menjajah dengan menguasai rantai perdagangan pangan sehingga rakyat harus membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih tinggi daripada harga seharusnya.

Celakanya, namanya juga mafia, boleh jadi mereka menyusup ke kekuasaan. Bukan tidak mungkin mereka ikut-ikutan mengatur-atur kekuasaan. Mereka ikut campur tangan memasukkan pejabat yang ramah dan menyingkirkan pejabat yang garang terhadap mereka. Mafia ialah musuh dalam selimut.

Tiada pilihan lain kecuali penegakkan hukum sekeras-kerasnga bila bangsa ini hendak terbebas dari belenggu penjajahan para mafia pangan. Negara tak boleh takluk kepada mafia pangan. 

Bila negara takluk, itu sesungguhnya negara membiarkan dirinya terjajah oleh mafia. Dalam terminologi hukum, membiarkan sama saja dengan melakukan. Itu artinya negara yang takluk dengan mafia sama saja dengan mafia itu sendiri. Negara mafia namanya.

Musuh besar lainnya yang harus kita perangi ialah kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Berdasarkan data statistik sekitar 28 juta penduduk Indonesia masuk kategori miskin. Jumlah penduduk miskin pasti bertambah akibat perlambatan ekonomi saat ini. Kesenjangan ekonomi yang menurut angka Gini rasio sebesar 0,43 tak boleh diabaikan begitu saja dan harus diperangi bila kita tak ingin gejolak sosial melanda negeri ini.

Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan pada Sidang MPR, Kamis, 14 Agustus menyatakan bahwa setelah merdeka, perang yang dihadapi bukan perang fisik seperti pahlawan pejuang, melainkan perang memenangi
perdamaian, memenangi kesejahteraan, dan memenangi kehidupan rakyat yang bahagia.

Pidato itu menggambarkan kuatnya kemauan politik negara dalam memenangi pertempuran melawan kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Dalam RAPBN 2016, tergambar kehendak kuat negara membangun Indonesia dari pinggiran, dari daerah dari desa.

Dalam RAPBN 2016, alokasi anggaran transfer ke daerah dan desa jauh lebih besar daripada anggaran belanja kementerian dan lembaga. Jika itu betul-betul diterapkan, ini merupakan kejadian pertama dalam sejarah anggaran di negara ini. 

Kita menginginkan pemerintah sungguh-sungguh merealisasikan rencana itu. Kita perlu mengingatkan hal ini karena kita punya tabiat buruk rapi jali dalam perencanaan tetapi amburadul tak keruan dalam pelaksanaan.

Tentu saja masih banyak bentuk penjajahan lain oleh bangsa sendiri yang harus kita perangi. Intinya di Peringatan 70 tahun Indonesia Merdeka hari ini, kita hendak mengingatkan bahwa setelah merdeka dari penjajahan bangsa asing, kita masih harus berjuang memerdekakan diri dari penjajahan bangsa sendiri, agar kita merdeka seutuhnya, merdeka sepenuh-penuhnya.
 


(LHE)

KPK Ambil <i>Medical Record</i> Setya Novanto

KPK Ambil Medical Record Setya Novanto

2 hours Ago

Salah satu staf pimpinan DPR yang kerap mengurus keperluan Novanto mengaku, rombongan KPK berku…

BERITA LAINNYA