Jawab Tantangan Presiden, Menteri Khofifah Ingin Bekerja Sesuai Konsep

Damar Iradat    •    Senin, 17 Aug 2015 04:48 WIB
mensos blusukan
 Jawab Tantangan Presiden, Menteri Khofifah Ingin Bekerja Sesuai Konsep
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (MI/Bary Fathahilah)

Metrotvnews.com, Bogor: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjawab tantangan Presiden Joko Widodo yang meminta menteri-menteri dalam Kabinet Kerja bekerja lebih keras. Ia siap bekerja banting tulang demi kemajuan bangsa dan negara.

Untuk bekerja lebih keras seperti yang diminta Presiden Jokowi, ia menegaskan kinerja menteri harus berdasarkan konsep yang sudah diatur. Ia yakin, jika bekerja sesuai konsep, para menteri bisa bekerja lebih baik sesuai yang diharapkan presiden.

"Mesti harus merefer Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Ini punya referensi utama, ada pembukaan UUD, setelah itu Nawa Cita, breakdown ke RPJMN, dari RPJMN breakdown ke renstra masing-masing lembaga," terang Khofifah di Bogor, Jawa Barat, Minggu (16/8/2015).

Jika bekerja sesuai runutan itu, Khofifah yakin bisa mensinkronisasikan seluruh referensi secara konseptual dan sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia pun percaya jika bisa memaksimalkan semua itu, baik output dan outcome bisa maksimal.

"Oleh karena itu ada Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Selagi itu kita bisa sinergikan dari seluruh konsep-konsep pembangunan yang ada di Nawa Cita, RPJMN, kemudian renstra dan RKP, saya kira kita bisa maksimalkan bagaimana itu tidak sekedar menghabiskan anggaran tapi, juga bisa melihat output dan outcome nya," paparnya.

Pada Jumat 14 Agustus kemarin, Presiden Jokowi meminta para menteri bekerja lebih keras lagi pada Pidato Kenegaraan pertamanya dalam Sidang Tahunan MPR 2015. Permintaan Jokowi ini pun tak lepas dari dua hari sebelumnya yang melakukan reshuffle kabinet.

"Seperti Saudara-saudara ketahui, saya baru saja melakukan perombakan Kabinet Kerja. Keputusan ini saya ambil guna memperkuat kinerja Pemerintah untuk percepatan implementasi program aksi pembangunan. Para putra terbaik bangsa harus mau berkeringat, membanting tulang membangun bangsa dan negara. Bagi saya, perombakan Kabinet Kerja adalah salah satu jembatan terbaik untuk memenuhi janji saya pada rakyat, yaitu meningkatkan kesejahteraan dalam perikehidupan mereka," kata Jokowi dalam pidatonya.


(MEL)