Kenakan Sarung, Santri di Bangkalan Khidmat Ikuti Upacara HUT Ke-70 RI

Agus Josiandi    •    Senin, 17 Aug 2015 09:09 WIB
hut ke-70 ri
Kenakan Sarung, Santri di Bangkalan Khidmat Ikuti Upacara HUT Ke-70 RI
Foto: Santri Pondok Pesantren Syaichona Cholil, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, khidmat ikuti upacara HUT ke70 Kemerdekaan Republik Indonesia/MTVN_Agus Josiandi

Metrotvnews.com, Bangkalan: Ribuan santri Pondok Pesantren Syaichona Cholil, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mengikuti upacara hari ulang tahun (HUT) ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin 17 Agustus. Namun, ada yang unik dari seragam upacara kali ini. Para santri mengenakan sarung saat upacara.

Pantauan Metrotvnews.com, para santri mengenakan kemeja putih, kain sarung, dan alas kaki berupa sandal dan bakiak. Upacara yang dimulai pukul 7.00 WIB itu pun berlangsung khidmat.  

Dalam upacara ini, santri diingatkan kembali dengan perjuangan para pembela Tanah Air. Para pejuang kemerdekaan itu ada yang merupakan ulama yang harus ditiru semangatnya.

"Kemerdekaan yang kita raih penuh dengan sumbangsing para pejuang, dan diantara para pejuang itu juta terdapat banyak tokoh agama dan ulama yang merupakan kalangan pesantren," kata Pengasuh Pondok Pesantren  Syaichona Cholil, KH Nasih Aschal, saat memimpin upacara di lapangan Pondok Pesantren  Syaichona Cholil, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Senin (17/8/2015).

Menurut pihak pesantren, sengaja upacara tersebut digelar secara sederhana.  Selain  untuk memupuk rasa nasionalisme pada para santri, upacara kemerdekaan tersebut juga untuk memaknai jiwa kesederhanaan para pejuang, saat dalam merebut Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Ya ini identitas pesantren yang sering disebut dengan kaum sarungan, selain itu juga sebagai pesan moril bahwa dalam perjuangan itu tidak ada yang mewah, sebagaimana yang mereka gunakan, semua sederhana," imbuh dia.

Pengasuh ponpes berharap dengan upacara tersebut, kedepan para santri dapat lebih mencintai negerinya, dan paham akan nilai perjuangan dan nasionalisme.

 


(TTD)