Lalu Lintas

Ketua HDCI Yogyakarta Akui Kesalahan saat Konvoi Moge Dihadang Pesepeda

Ainto Harry Budiawan    •    Senin, 17 Aug 2015 15:50 WIB
lalu lintas
Ketua HDCI Yogyakarta Akui Kesalahan saat Konvoi Moge Dihadang Pesepeda
Ketua HDCI Yogyakarta, Gatot Kurniawan (kiri) dan ketua panitia acara, Muhammad Lutfi (tengah), saat klarifikasi rombongan moge dihadang pesepeda. MTVN/ Mustaqim

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengurus Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Yogyakarta mengakui ada tindakan yang salah dalam pelaksanaan event Indonesian Bike Week 2015 oleh para pengendara motor gede (moge). Kesalahan itu yakni adanya pengendara moge yang tak mematuhi rambu lalu lintas.

"Kami minta maaf apabila menjadi penyebab ketidaknyamanan. Terimakasih sudah mengingatkan kita sebagai biker. Kita tidak akan melakukan pembenaran," kata Gatot Kurniawan, Ketua HDCI Yogyakarta saat memberikan klarifikasi, di Jogja City Mall, Yogyakarta, Minggu (16/8/2015).

Gatot mengatakan, secara prinsip sebagai pengendara moge juga memiliki aturan. Termasuk harus mematuhi rambu lalu lintas. Ia juga mengaku telah dihubungi pengurus HDCI pusat atas berkembangnya insiden tersebut.

Sebagaimana pengendara kendaraan lain, kata dia, ketika terdapat lampu merah harus berhenti. Namun, kenyataan di lapangan tidak memungkinkan dan tak seperti yang Ia harapkan. Selanjutnya, pihak kepolisian memberlakukan buka-tutup jalan.

"Evaluasi kami, dampak ketidak-nyamanannya berapa besar. Kami dan HDCI Yogyakarta tak pernah seperti itu (melanggar lalu lintas). Yang melanggar bukan resmi anggota kami," sambungnya.

Sebelumnya, aksi pengguna moge yang menerobos traffic light dan dihadang pesepeda berbuntut panjang. Divisi Humas Mabes Polri melalui akun Facebook memberikan penjelasan mengenai hal itu.

"Mengenai voorijder itu, jadi pihak panitia (acara moge) sudah menghubungi kami. Mereka sudah mengantongi izin dan meminta pengawalan," kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Any Pudjiastuti dalam perbincangan, Minggu (16 Agustus), seperti yang tertulis pada akun tersebut.

Persoalannya adalah rombongan itu tidak sesuai dengan undang-undang pasal 134, mengenai pengguna jalan yang memperoleh hak utama. Pada poin G dijelaskan konvoi dan atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas kepolisian negara Republik Indonesia.

Tapi dijelaskan juga dalam undang-undang tersebut, yang dimaksud dengan kepentingan tertentu adalah kepentingan yang memerlukan penanganan segera, antara lain, kendaraan untuk penanganan ancaman bom, kendaraan pengangkut pasukan, kendaraan penanganan huru-hara dan kendaraan penanganan bencana alam.



(UDA)

Istri Besuk Setya Novanto di Rutan KPK

Istri Besuk Setya Novanto di Rutan KPK

7 hours Ago

Keluarga telah diizinkan untuk membesuk Setya Novanto di Rutan KPK. Istri didampingi dua kolega…

BERITA LAINNYA