Menhub Belum Tahu Penyebab Kecelakaan Trigana Air

M Rodhi Aulia    •    Senin, 17 Aug 2015 11:07 WIB
trigana air jatuh di papua
Menhub Belum Tahu Penyebab Kecelakaan Trigana Air
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan konferensi pers terkait musibah pesawat Trigana Air di Jakarta, Minggu malam 16 Agustus 2015. Antara Foto/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perhubungan Ignasius Jonan belum mengetahui penyebab kecelakaan pesawat Trigana Air jenis ATR 42-300 dengan nomor penerbangan IL-267 jurusan Jayapura-Oksibil, Papua.

"Hilangnya pesawat Trigana kemarin siang, menjadi contoh bahwa kewaspadaan kita dan kesungguhan kerja kita diuji. Cuma belum tahu persis penyebab kecelakaan," kata Jonan saat upacara peringatan HUT ke-70 RI di Kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2015).

Jonan meminta seluruh insan perhubungan yang berkaitan langsung dengan kecelakaan tersebut bertanggungjawab. Jonan mengingatkan, bekerja sebagai insan perhubungan sangat berat. Terlebih saat mendapat kabar ada kecelakaan angkutan udara.

Pagi ini, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Pos Satgas 133, Koramil, Pos Oksibil dan Polres Kabupaten Pegunungan Bintang, melanjutkan pencarian pesawat Trigana Air. Pesawat tersebut membawa 49 orang. Pesawat dipiloti Kapten Hasanudin, kopilot Aryadin, mekanik Mario, pramugari Ika dan Dita.

Tim Search and Rescue sudah menemukan serpihan diduga bagian pesawat Trigana dan beberapa kepulan asap di sekitar lokasi serpihan.

"Koordinat lokasi penemuan serpihan tersebut yaitu pada koordinat 04 derajat 49 menit 289 detik Selatan, 140 derajat 29 menit 953 detik timur, pada ketinggian ± 8.500 jarak 7 NM dari Bandara Oksibil," kata Kepala Badan SAR Nasional Marsdya TNI FX Bambang Sulistyo di Lapangan Udara Jayapura, Papua.

Bambang menyatakan, tantangan yang dihadapi saat melakukan operasi SAR di Papua yaitu masalah ketinggian dan cuaca.  Anggota SAR harus memperhitungkan dalam melakukan kegiatan SAR.

"Prioritas kami saat ini adalah untuk evakuasi korban apabila benar lokasi penemuan unsur udara di dua posko antara lain Posko Taktis di Bandara Oksibil dan Posko di Jayapura," kata Bambang.


(TRK)