Teror Bom Poso, Ada `Benang Merah` dengan Basri?

- 03 Juni 2013 21:11 wib
ANTARA/Rudi Mulya/fz
ANTARA/Rudi Mulya/fz

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelaku bom bunuh diri di Markas Polres Poso, Sulawesi Tengah, diduga terkait dengan Basri alias Ayas alias Bagong, terpidana teroris yang melarikan diri dari LP Ampana.

Demikian pernyataan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Suhardi Alius, Senin (3/6). "Memang satu napi yang lari atas nama Basri terkait teror Poso. Kami masih dalami apakah ada kaitannya dengan itu dan jaringan lainnya," katanya.

Dia mengatakan, Basri merupakan terpidana sejumlah kasus aksi terorisme di Poso yang terjadi pada 2005. Dia berhasil melarikan diri setelah mendapat izin dari pihak LP untuk menjenguk keluarganya yang sedang sakit pada 19 April 2013.

Terpidana itu juga didakwa dalam kasus mutilasi tiga siswi SMU Kristen Poso Sulawesi Tengah serta aksi terorisme di Poso. Basri divonis hukuman penjara selama 19 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Selasa 11 Desember 2007.

Suhardi tidak berani spekulasi seputar pelaku bom bunuh diri memiliki keterkaitan dengan kelompok teror Solo. Kepastian siapa pelaku dan jaringannya akan didapat setelah proses identifikasi selesai dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) rampung.

Tim DVI Polri tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri telah berada dilokasi perkara. Petugas akan mengidentifikasi pelaku serta bom yang digunakan. Tidak ketinggalan, tim Densus 88 Antiteror ikut mengurai keterkaitan pelaku dengan jaringan teroris yang ada.

"Densus 88 sudah di lokasi, dari temuan akan urai apakah ada kaitannya dengan kelompok-kelompok, jaringan mana, apakah terkait jaringan Poso yang lama. Jangan terburu-buru bergerak. Sesuai fakta, progres sedang dilakukan Densus," jelas Suhardi.

Suhardi berharap, pihaknya mampu mengungkap identitas pelaku. Tujuannya agar segera diketahui kelompok dan jaringannya guna mencegah aksi susulan.

"Dari identitas pelaku sendiri ini ledakan menghancurkan yang bersangkutan, namun kami dapat informasi untuk wajah yang bersangkutan tidak terlalu rusak,"katanya.

Menyikapi ledakan ini, aparat kepolisian pun meningkatkan kesiagaannya. Tak hanya di Poso, guna mencegah agar tidak sampai kebobolan, Polri memperluas peningkatan keamanan hingga di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

"Markas juga demikian dan tempat-tempat yang perlu dijaga dengan kekuatan penuh digunakan di Poso, termasuk menggunakan kekuatan di Polda Sulteng," imbuhnya.

Diketahui pada Senin (3/6) pukul 07.55 Wita, seorang pria pengendara sepeda motor memasuki area Polres Poso. Ia tidak mengindahkan teguran petugas dan terus melaju menuju arah Masjid At Taqwa.

Kurang lebih 30 meter dari penjagaan atau 15 meter dari masjid, terdengar ledakan kecil. Ledakan ini disusul ledakan lebih besar yang menghancurkan tubuh pelaku.

Pelaku menyimpan bom rakitannya di dalam kemasan kedap udara yang dimasukkan dalam tas ransel. Tas itu ditempatkan di depan jok diantara kedua pahanya.

"Disembunyikan di pahanya, jadi disitulah yang mengalami kerusakan paling fatal dari bagian tubuh yang lain," sambung Kaepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Boy Rafli Amar. (Golda Eksa)

()

Bakal calon presiden dari PDIP, Joko Widodo. -- Surya Perkasa

Teka-Teki Deklarasi Cawapres Jokowi

24 April 2014 21:51 wib

JOKOWI suguhkan teka-teki tentang cawapresnya.