Pelemahan Ringgit Bangkitkan Kenangan atas George Soros

Arif Wicaksono    •    Senin, 17 Aug 2015 13:10 WIB
malaysia
Pelemahan Ringgit Bangkitkan Kenangan atas George Soros
George Soros AFP PHOTO/ERIC PIERMONT

Metrotvnews.com, Singapura: Kejatuhan mata uang ringgit semenjak 1998 telah membangkitkan kembali memori pertikaian di antara Perdana Menteri Malaysia  Mahathir Mohamad dan Pengelola dana investasi terkemuka George Soros. 

Mata uang ringgit terpleset 3, 8 persen terhadap USD pada minggu lalu.  Gubernur Bank sentral Malaysia Zeti Akhtar Aziz mengatakan cadangan nilai tukar perlu diperbarui setelah jatuh ke bawah USD100 miliar untuk pertama kalinya semenjak 2010.  

Kebijakan ini merupakan strategi yang dilakukan Mahahthir pada 17 tahun lalu ketika menghadapi pelemahan nilai tukar. Dia menyalahkan sikap investor yang membuat pelemahan nilai tukar dan menyebut Soros sebagai orang yang bertanggung jawab atas hal tersebut. 

Ekonom di Bank of America Merrill Lynch Chua Hak Bin mengatakan kebijakan ini seperti kejadian pada 1998 dan tidak akan mungkin bisa dilawan dengan kenaikan cadangan nilai tukar mata uang. 

“Kita tidak berpikir dapat mengatur mata uang namun juga tidak bisa mengatur risiko dari penurunan cadangan mata uang luar negeri,” kata dia seperti dikutip Bloomberg, di Singapura, Senin (17/8/2015). 

Mata uang ringgit melanjutkan pelemahan pada senin dan memimpin pelemahan mata uang di seluruh asia dengan jatuh sebanyak 24 persen. Penurunan ini disebabkan oleh skandal politik, devaluasi yuan, kejatuhan harga minyak dan kenaikan suku bunga The Fed. 

Angka ini masih lebih baik ketimbang dengan penurunan 30 persen dalam 12 bulan sebelum Mahathir mengeluarkan aturan mengontrol arus modal di September 1998 dan beberapa investor akan adanya eksodus kaburnya uang dari Malaysia.  

Managing Director Aberdeen Asset management Gerald Ambrose menuturkan  kejadian ini hampir mirip dengan krisis 1997/1998. 

“Banyak emosi yang terlibat. Ada kemungkinan kepanikan namun saya tidak melihatnya dari equitas. Ketakutan sebenarnya akan berasal dari surat utang berjangka Malaysia yang sebagian besar dimiliki asing,” kata dia. 

Indeks Bursa Malaysia jatuh di titik terendahnya semenjak 2012 pada senin. Sementara itu, obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun naik ke level 18 bulan. Investor luar negeri memotong kepemilikan surat berjangka perusahaan dengan mencapai 2,4 persen jika dibandingkan dengan Agustus 2012 di Juli dengan mencapai 206,8 miliar ringgit Malaysia atau senilai USD50,2miliar. 


(SAW)

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

3 hours Ago

Setyo menduga vertigo yang diderita Novanto berasal dari penyakit sinusitisnya.

BERITA LAINNYA