Donald Trump Kritik Perjanjian Nuklir Iran

Willy Haryono    •    Senin, 17 Aug 2015 13:17 WIB
pemilu as
Donald Trump Kritik Perjanjian Nuklir Iran
Capres AS Donald Trump. (Foto: AFP / BILL PUGLIANO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

Metrotvnews.com, Iowa: Perjanjian program nuklir Iran yang disepakati Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya di Wina pada Juli lalu menjadi sasaran kritik calon presiden Donald Trump. 

Trump menyebut perjanjian itu sebagai "kontrak yang buruk," tapi dirinya akan berusaha menjaganya jika menjadi presiden. 

"Saya pernah mengambil beberapa kontrak yang buruk. Saya membeli kontrak saat orang-orang mengacaukannya. Tapi saya cukup lihai dalam melihat sebuah kontrak, melihat isi di dalamnya," tutur Trump dalam sebuah wawancara di program Meet The Press saluran televisi NBC, Minggu (16/8/2015). 

"Saya akan mengawasi kontrak itu (perjanjian nuklir Iran) dengan ketat sehingga mereka (Iran) tidak memiliki kesempatan. Walaupun kontraknya buruk, saya akan mengawasinya dengan ketat," sambung dia, seperti dikutip nydailynews.com. 

Dalam wawancara, Trump menyinggung masalah keimigrasian. Jika terpilih jadi presiden, ia akan menghapus kebijakan DREAM Act yang diterapkan Presiden Barack Obama. 

"Aturan eksekutif itu akan dicabut," tegas Trump. "Kita akan memperkuat keutuhan semua keluarga, tapi mereka (imigran gelap) harus pergi."

Tidak hanya itu, Trump juga memaparkan strategi melawan kelompok militan Islamic State (ISIS). Trump mengkritik kebijakan pemerintahan Presiden Barack Obama terkait Timur Tengah sekaligus menyebutkan beberapa poin penting dalam upaya mengalahkan ISIS. 

"Selama bertahun-tahun saya sudah bilang, 'jangan pergi ke Irak.' Mereka tetap pergi ke Irak. Mereka menggoyang kestabilan Timur Tengah. Itu adalah kesalahan besar," tutur Trump.

"Kekayaan mereka (ISIS) harus diambil. Pergi ke sana dan rebut (ladang) minyaknya. Kita harus mengambil merebut minyak, karena itu hal pertama yang seharusnya dilakukan," tambah dia. 

Saat pembawa acara wawancara Chuck Todd mengatakan ide Trump tersebut membutuhkan banyak tentara darat, Trump membalas: "Memang begitu," dengan menjelaskan dirinya akan menggunakan sejumlah dana dari ladang minyak yang telah direbut untuk "mengurus (pembiayaan) tentara."


(WIL)

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

4 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memberikan jawaban atas gugatan praperadilan Setya Nov…

BERITA LAINNYA