BUMN Efisiensi Bisnis Menyusul Pelemahan CPO

Antara    •    Senin, 17 Aug 2015 17:48 WIB
cpo
BUMN Efisiensi Bisnis Menyusul Pelemahan CPO
Kelapa Sawit ANT/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Medan: Direksi PT Perkebunan Nusantara IV  mengajak semua karyawan, pimpinan, dan pelaksana melakukan optimalisasi bisnis dan efisiensi operasional menyusul semakin merosotnya harga jual 
crude palm oil atau minyak sawit mentah.

"Harga CPO (crude palm oil) di pasar global melemah akibat terjadinya perlambatan ekonomi global dan itu harus disikapi dengan optimalisasi bisnis dan efisiensi di semua bidang operasional agar perusahaan bisa 
tetap eksis," kata Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PTPN IV Andi Wibisono di Medan, Senin (17/8/2015).

Ia mengatakan itu pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 yang digelar perusahaan BUMN tersebut dengan berbagai kegiatan seperti pemberian penghargaan kepada karyawan, pabrik dan kebun terbaik/terjelek, penghargaan karyawan masa usia kerja tertentu, hingga peresmian perpustakaan mini untuk warga sekitar kantor pusat.

Andi menegaskan, harga CPO yang anjlok membuat perusahaan perkebunan yang mengandalkan pendapatan dari tanaman itu seperti PTPN IV ikut mengalami posisi sulit. Harga CPO yang pada semester I-2015 rata-rata masih berada pada angka Rp7.800 per kilogram (kg) turun menjadi Rp6.100 per kg sehingga dinilai sangat merisaukan. Apalagi, harga Rp6.100 per kg tersebut masih di bawah harga pokok produksi yang sebesar Rp6.200 per kg.

"Kalau tidak diikuti dengan efisiensi perusahaahaan akan sulit dan akan berimbas negatif ke karyawan," katanya.

Andi Wibisono menyebutkan, kondisi harga yang turun  diperkirakan berlangsung sampai November. Perhitungan itu mengacu pada banyaknya produksi karena musim panen di tengah permintaan yang lesu dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan India sebagai negara pembeli utama.

Manajemen sendiri akan memperbaiki seluruh tangki-tangki CPO yang ada di Pabrik Kelapa Sawit dan di pelabuhan agar tidak kewalahan menampung produksi CPO.



(SAW)