Ledakan Kuil di Bangkok

Saksi Mata Ceritakan Awal Terjadinya Ledakan Bangkok

Willy Haryono    •    Selasa, 18 Aug 2015 10:07 WIB
ledakan bangkok
Saksi Mata Ceritakan Awal Terjadinya Ledakan Bangkok
Petugas mengevakuasi korban luka ledakan di Bangkok, Thailand, Senin (17/8/2015) malam. (Foto: AFP / PORNCHAI KITTIWONGSAKUL)

Metrotvnews.com, Bangkok: Ledakan bom dahsyat mengguncang area luar Kuil Erawan, Bangkok, Thailand, Senin malam. Kejadian ini menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai 123 lainnya. 

Area ledakan, yang berlokasi di persimpangan utama dengan deretan hotel bintang lima dan mal mewah, ditutup rapat sejak dini hari. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini.

"Saya mendengar suara yang sangat keras dan membuat gedung berguncang hebat. Saya berlari ke luar untuk melihat apa yang terjadi," ujar Panupan Chansing, 20, seorang pegawai hotel Grand Hyatt Erawan kepada AFP, Selasa (18/8/2015) dini hari. 

"Saya melihat banyak jasad bergelimpangan di jalan dan saya juga melihat beberapa kendaraan terbakar. Saya merasa sangat sedih. Kenapa hal seperti ini harus menimpa warga Thailand. Saya takut," sambung dia. 

Situasi politik di Bangkok diwarnai aksi kekerasan selama bertahun-tahun, dengan banyaknya kudeta dan pemberontakan separatis Muslim di wilayah selatan yang telah menelan ribuan nyawa. 

Namun Panglima Angkatan Darat Thailand Jenderal Udomdej Sitabutr menyebut ledakan yang terjadi di Bangkok, tidak sesuai dengan taktik yang digunakan separatis Muslim di wilayah selatan.

"Ini tidak sesuai dengan insiden yang kerap terjadi di Thailand selatan. Tipe bom yang digunakan juga tidak sesuai," ujar Udomdej. 

Thailand selatan merupakan provinsi yang kerap bergejolak dengan pergerakan separatis Muslim. Sejak 2004, sekitar 6.500 orang tewas dalam gejolak keamanan tersebut. 



(WIL)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

23 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA