Ledakan kuil di Bangkok

KBRI Thailand Selidiki Informasi Satu WNI Terluka dalam Ledakan

Fajar Nugraha    •    Selasa, 18 Aug 2015 10:35 WIB
ledakan bangkok
KBRI Thailand Selidiki Informasi Satu WNI Terluka dalam Ledakan
Lokasi ledakan bom di Bangkok (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Bangkok: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia tengah menyelidiki adanya seorang warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan terluka dalam ledakan di Bangkok, Thailand.

Sebelumnya Duta Besar RI untuk Thailand Lutfi Rauf mengatakan bahwa belum ada informasi resmi mengenai WNI yang menjadi korban. Pihak staf KBRI pun tengah menyisir rumah sakit di Bangkok untuk mencari tahu apakah ada WNI yang turut menjadi korban dalam ledakan di Kuil Erawan pada Senin (17/8/2015) pukul 19.00 waktu setempat.

Hal senada juga diutarakan oleh Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal.

"Belum ada info resmi mengenai korban WNI. Namun demikian KBRI saat ini sudah mendalami informasi lebih jauh kemungkinan adanya WNI yang saat ini sedang dirawat di RS Huai Chiew yang bernama Hermawan Indradjaja," ujar Lalu Muhamad Iqbal, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (18/8/2015).

"Namun demikian RS hingga saat ini belum dapat memberikan info detail mengenai identitas dan kondisinya. KBRI melalui hotline juga menerima laporan dari keluarga mengenai adanya keluaraga mereka yang hilang setelah peristiwa tersebut atas nama Hermawam Indradjaja yang berkunjung ke Thailand bersama istrinya Lioe Lie Tjing," jelasnya.

Hingga saat KBRI terus memonitor perkembangan dan melakukan kontak dengan otoritas setempat. Sementara nomor hotline yang disediakan oleh KBRI Bangkok adalah : +66929031103.

Kuil Erawan yang terletak di dekat hotel ternama di Bangkok, merupakan lokasi wisata ternama khususnya bagi wisatawan Asia Timur. Banyak sekali warga Thailand yang berdoa di kuil tersebut, termasuk pula wisatawan dari Tiongkok.

Hingga saat ini diketahui dua warga Tiongkok dan satu dari Filipina dilaporkan turut tewas dalam ledakan. Sementara korban luka juga sebagian besar berasal dari Tiongkok.

Hingga saat ini dilaporkan 22 orang tewas dalam ledakan dua bom tersebut. Sementara sekitar 123 lainnya dirawat akibat luka yang dideritanya.


(FJR)